Jumat, 16 April 2021

Kekuatan Hati Manusia

Suasana hati manusia beraneka ragam

Suasana hati manusia beraneka ragam, karena dipengaruhi pikiran sadar (akal) dan pikiran tidak disadari (bisikan dan gambar pikiran) yang bersumber dari dorongan pemenuhan kebutuhan dasar jasmani, dan rohani.

Suasana hati manusia tidak tetap. 

Manusia tidak terpaku pada satu suasana hati, suatu saat akan berubah, tergantung dari gambar yang muncul dalam pikirannya, sebagai hasil dari tanggapan indra terhadap hal-hal yang berasal dari luar dirinya.

Suasana hati manusia bersifat universal.

Suasana hati sedih, bahagia, berani, dan lain-lain dimiliki manusia. Sesungguhnya manusia dapat memahami suasana hati manusia lain, meskipun berbeda bahasa, bangsa, dan negara. 

Suasana hati manusia tidak dapat dijangkau indra.

Kata-kata sebenarnya tidak cukup mewakili bahasa hati (suasana hati), karena bahasa hati berbeda dengan bahasa lisan, tulisan, isyarat, dan lain-lain.  

Jika manusia dapat berinteraksi dan berkomunikasi menggunakan bahasa lisan, tulisan, isyarat, dll. Sesungguhnya manusia pun dapat berinteraksi dan berkomunikasi menggunakan hati (suasana hati), namun komunikasi dan interaksi hati sering kali tidak disadari.

Interaksi dan komunikasi bahasa lisan, tulisan, isyarat dll. mempengaruhi interaksi & komunikasi hati, sebaliknya interaksi dan komunikasi hati mempengaruhi komunikasi lisan, tulisan, isyarat, dll.

Suasana hati tidak dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dicium baunya oleh hidung, dicicipi oleh lidah, dan dirasakan oleh kulit.

Suasana hati dapat mempengaruhi ekspresi, & perilaku seseorang.

Sebagai contoh, ekspresi & perilaku orang yang berani akan berbeda dengan orang yang takut. Ekspresi & perilaku orang yang malu akan berbeda dengan orang yang bangga, karena suasana hati mempengaruhi ekspresi & perilaku maka suasana hati sebaiknya disadari. 

Suasana hati manusia dapat terhubung dengan suasana hati manusia lainnya.

Saat manusia merasakan hati manusia lainnya, maka hati manusia terhubung, tidak dapat dibatasi jarak, dinding, gunung, samudra, dll. Ketika hati terhubung manusia dapat mengubah suasana hati manusia lainnya. 

Kamis, 24 Desember 2020

Kekuatan Empati

Empati adalah merasakan perasaan orang lain, atau merasakan suasana hati orang lain. Hal-hal yang harus difahami tentang empati:

  • Empati dapat dilakukan kepada orang lain dalam berbagai suasana hati.
  • Empati dapat dilakukan kepada orang lain setiap saat.
  • Empati dapat dilakukan kepada orang lain baik dekat, maupun jauh.
  • Melalui empati kita dapat membaca hati (suasana hati) orang lain.
  • Melalui empati kita dapat menghubungkan hati kita, dengan hati orang lain.
  • Melalui empati kita dapat mengubah suasana hati orang lain.
Empati pada orang lain dapat dilakukan dalam berbagai suasana hati, misalnya: bahagia, bangga, berani, tenang, nyaman, semangat, dan lain-lain. 

Keseluruhan hidup manusia pada dasarnya perubahan-perubahan berbagai suasana hati, maka empati kepada orang lain sesungguhnya dapat dilakukan setiap saat. Baik ketika berdekatan, maupun berjauhan.

Semakin sering melakukan empati, maka akan semakin peka merasakan suasana hati orang lain: bahagia, bangga, berani, tenang, nyaman, semangat, dan lain-lain. Kemampuan tersebut disebut kemampuan membaca hati (suasana hati).

Kemampuan membaca hati seseorang dapat dilakukan ketika sedang berdekatan, maupun ketika berjauhan.

Melalui empati kita dapat menghubungkan hati kita dengan hati orang lain, selanjutnya dapat mengubah suasana hati orang lain secara perlahan.

Sabtu, 06 Juni 2020

Menjaga Seseorang Menggunakan Hati, & Pikiran

Menjaga seseorang menggunakan hati, dan pikiran dilakukan secara bersamaan, dan merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Menggunakan Hati

Si A adalah orang yang sangat anda sayangi, menjaga Si A menggunakan hati dengan cara rasakan sedalam-dalamnya hati orang tertentu atau sebanyak-banyaknya orang,  luluh, halus, suka, senang dan lain-lain terhadap Si A. Lakukan hal tersebut sesering mungkin!

Menggunakan Pikiran

Cara menjaga Si A menggunakan pikiran, bisikan dan gambarkan kepada orang-orang tertentu atau sebanyak-banyaknya pikiran orang untuk berpikir positif terhadap Si A. Lakukan hal tersebut sesering mungkin!

Jumat, 07 September 2018

Sahabat Bathiniah (Hati, dan Pikiran)

Seandainya indera (pendengaran, penglihatan, dll.) tidak dapat menjangkau seseorang, maka hati dan pikiran dapat digunakan sebaik mungkin untuk menjangkau seseorang.

Ketika kita ingin berhubungan dengan seseorang yang tidak terjangkau oleh indera, maka kita dapat menggunakan hati dan pikiran.

Simaklah!
  • Si A terkadang mengingat Si B.
  • Si B terkadang mengingat Si A.
  • Mereka tidak terhubung dengan indera.
  • Sesungguhnya pikiran dan hati mereka terhubung, artinya Si A dan Si B memiliki hubungan hati & pikiran.
  • Hubungan hati dan pikiran di antara mereka bisa ditingkatkan menjadi sahabat hati dan pikiran.
Menjalin persahabatan secara hati & pikiran Si A dan Si B:

Si A setiap mengingat Si B harus memunculkan bisikan dan gambar pikiran yang positif tentang Si B, misalnya gambaran bahwa Si B baik, jujur, ramah, santun, tanggung jawab, dan lain-lain. Dengan begitu hati & pikiran Si B pun bereaksi positif pula terhadap Si A.

Dengan demikian, jika Si A terus-menerus berpikir positif tentang Si B, maka lama-kelamaan Si B pun pikirannya akan positif terhadap Si A.

Dengan demikian terjadilah hubungan hati & pikiran yang positif diantara Si A dan Si B. Itulah yang dimaksud menjalin persahabatan secara bathiniah (hati & pikiran).

Senin, 12 Februari 2018

Cara Kerja Pikiran Manusia

Pikiran manusia terbagi menjadi dua bagian:
  1. Pikiran sadar (pikiran yang disadari)
  2. Pikiran yang tidak disadari (alam bawah sadar).
Semua kegiatan pikiran yang disadari itu berada di wilayah pikiran sadar.

Sedangkan pikiran yang tidak disadari (alam bawah sadar) meliputi:
  1. Bisikan, dan gambar pikiran.
  2. Tersambungnya pikiran (bisikan, dan gambar pikiran) dengan pikiran orang lain.
  3. Bisikan, dan gambar pikiran bisa diubah.
Disebut pikiran tidak disadari, karena selama ini kita tidak menyadari tiga hal di atas.

Selama ini kita seringkali tidak menyadari bisikan dan gambar pikiran, atau terlintas begitu saja. Padahal bisikan dan gambar pikiran sangat berpengaruh terhadap tubuh kita.

Selama ini kita tidak menyadari bahwa pikiran kita tersambung dengan pikiran orang lain.

Selama ini kita tidak menyadari bahwa bisikan dan gambar yang muncul dalam pikiran, sebenarnya dapat kita ubah (kendalikan) oleh diri kita sendiri. Selama ini bisikan dan gambar pikiran dibiarkan bebas bermain dalam pikiran kita.

Karena pikiran (bisikan dan gambar pikiran) tersambung, dan dapat diubah, maka pada dasarnya manusia dapat mengubah bisikan dan gambar pikiran orang lain.

Pikiran sadar dan pikiran yang tidak disadari saling mempengaruhi, tidak ada batas yang jelas di antara keduanya.

Jika kita telah menyadari bisikan dan gambar pikiran, tersambungnya pikiran (bisikan dan gambar pikiran) dengan pikiran orang lain, bisikan dan gambar pikiran bisa diubah.

Maka kita telah mengubah pikiran yang tidak disadari, menjadi pikiran yang disadari. Hal ini merupakan dasar dari kekuatan pikiran manusia.

Rabu, 10 Januari 2018

Cara Kerja Hati Manusia


Suasana hati manusia tersambung.
Suasana hati manusia tersambung. Ketika merasakan hati seseorang, sebenarnya hati kita tersambung dengan hati orang tersebut. Semakin dalam merasakan hati seseorang, maka semakin tersambung dan menyatu dengan hati orang tersebut. Setelah menyadari hati kita tersambung dan menyatu dengan hati seseorang, maka dengan cara tersebut kita dapat membaca hati (suasana hati dan perasaan) seseorang.

Suasana hati manusia tidak tetap, tetapi dapat diubah oleh dirinya sendiri.
Selama ini kita menganggap suasana hati yang kita alami, tidak dapat diubah. Suasana hati kita seringkali dilarutkan oleh keadaan. Hal itu terjadi karena suasana hati terletak di alam bawah sadar (tidak disadari). Sebagai contoh, ketika seseorang mengalami suasana hati sedih, maka sebenarnya beberapa saat kemudian dapat diubah menjadi bahagia.

Jadi pada dasarnya kita dapat mengendalikan suasana hati sendiri, karena suasana hati dapat diubah, maka sebenarnya ketika hati tersambung dengan hati orang lain. Maka kita dapat mengubah suasana hati orang lain.

Suasana hati manusia dapat dikendalikan oleh gambar, dan bisikan dalam pikiran.

Pikiran (gambar dan bisikan pikiran), mengendalikan perasaan (suasana hati), mengendalikan gerak tubuh (gerak tubuh yang dimaksud meliputi faal tubuh, raut wajah, dan gerakan jasmani). Kita dapat mengubah suasana hati dengan cara mengubah bisikan, dan gambar yang muncul dalam pikiran. 

Jumat, 27 Oktober 2017

Perilaku Berasal dari Bisikan, & Gambar Pikiran

Setiap gerak tubuh manusia berasal dari bisikan & gambar dalam pikiran, namun kita tidak menyadarinya karena bisikan & gambar pikiran bergerak terus, begitu pula tubuh manusia bergerak terus (fa'al tubuh, raut wajah, dan jasmani bergerak terus)
Lakukanlah percobaan di bawah ini! 1. Letakan sebuah benda di atas meja, jaraknya kira-kira 1 meter! 2. Bisikan dalam pikiran “Aku tak dapat mengambil benda itu”! 3. Ambillah benda itu! 4. Ternyata benda itu dapat diambil. Kita tidak menyadarinya, sesungguhnya dalam pikiran ada beberapa bisikan pikiran," Aku tak dapat mengambil benda itu", setelah itu bisikan pikiran & gambar dalam pikiran bergerak " Aku dapat mengambil benda itu", dan seterusnya. Maka jadilah benda itu dapat diambil. Hal tersebut tidak disadari, dan prosesnya berlangsung dalam hitungan detik. Selanjutnya 1. Sadari bisikan pikiran sesadar-sadarnya! 2. Kosongkan pikiran! 3. Bisikanlah dalam pikiran hanya satu bisikan “Aku tidak dapat mengambil benda itu”! 4. Pertahankanlah bisikan dalam pikiran tersebut! 5. Kerahkan dengan seluruh tenaga untuk mengambil benda di atas meja dengan bisikan pikiran “aku tak dapat mengambil benda itu”! Kita tidak akan dapat mengambil benda tsb., meski seluruh tenaga dikerahkan jika bisikan dalam pikiran hanya satu “Aku tak dapat mengambil benda itu”. Percobaan di atas untuk membuktikan bahwa seandainya manusia hanya memiliki satu bisikan pikiran, maka bisikan pikiran itulah yang akan menjadi gerak tubuh, dan perilaku. Bisikan dan gambar pikiran sangat berpengaruh pada gerak tubuh, dan perilaku. Bila dalam pikiran seseorang selalu muncul bisikan pikiran positif, maka lambat-laun perilakunya akan menjadi positif. Bila seseorang selalu berpikir bahwa orang tertentu selalu berbuat positif, maka lambat laun orang tersebut perilakunya akan menjadi positif.

Sabtu, 06 Mei 2017

Pengaruh Hubungan Hati, dan Pikiran yang Positif (Hubungan Bathin)

Bathin yang dimaksud adalah…
1. Gambar dalam pikiran
2. Bisikan dalam pikiran
3. Hati (suasana hati)

Menyadari tiga hal di atas, berarti menyadari suasana bathin kita sendiri.

Sadarilah!
1. Gambaran apakah dalam pikiran? Gambaran pikiran, positif atau negatif?
2. Bisikan pikiran apakah yang ada dalam pikiran? Bisikan pikiran positif, atau negatif?
3. Bagaimanakah keadaan suasana hati? Suasana hati positif, atau negatif?

Bila jawabannya positif, berarti suasana bathin dalam keadaan positif.

Hubungan Bathin
Hubungan bathin terjadi saat…
1. Gambar pikiran kita tentang orang tertentu.
2. Bisikan pikiran kita tentang orang tertentu.
3. Suasana hati kita tentang orang tertentu.
Dalam prakteknya ketiga hal di atas terjadi bersamaan dan sering kali tidak disadari.

Ada bisikan apa dalam pikiran, tentang orang tertentu? Positif, atau negatif?
Ada gambar pikiran apa yang muncul tentang orang tertentu? Positif, atau negatif?
Ada suasana hati apa yang dirasakan tentang orang tertentu? Positif, atau negatif?

Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah positif, maka hubungan bathin dengan orang tersebut dalam keadaan positif.

Apakah hubungan bathin berpengaruh kepada orang lain? Lakukan percobaan di bawah ini dengan sabar!

Bisikan ke dalam pikiran orang tertentu sesering mungkin, dan terus menerus!
“Kamu baik” amati bahasa tubuhnya! lama-kelamaan akan baik.

Gambarkan dalam pikiran orang tertentu sesering mungkin, dan terus menerus!
“dirinya orang yang ramah” bahasa tubuhnya lama-kelamaan akan ramah.

Rasakan suasana hati orang tertentu sesering mungkin, dan terus menerus!
Menghargai Si A, amati bahasa tubuhnya! Maka orang tersebut lama-kelamaan akan menghargai Si A.

Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan bathin dengan seseorang akan berpengaruh terhadap, hati, pikiran, dan perilaku orang tersebut. Hubungan bathin yang positif, cenderung akan membuat orang tersebut lama-kelamaan menjadi positif.

Minggu, 23 Agustus 2015

Bahasa Dalam Bisikan Pikiran

Bahasa yang digunakan dalam bisikan pikiran berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam berbicara sehari-hari.

Bisikan pikiran terdapat di alam bawah sadar, bahasa yang digunakan dalam bisikan pikiran sederhana, misalnya membisikkan ke dalam pikiran orang lain, atau menerima bisikan pikiran dari orang lain
"kamu baik",
“kamu ramah",
"Si A orang baik"
"Si B bahagia"
"saya senang"
"saya berani"
dll.

Manusia menganggap bahasa bisikan pikiran sama dengan bahasa lisan yang kita gunakan sehari-hari. Hal tersebut menimbulkan anggapan, jika dua orang pembaca pikiran bertemu, maka kedua orang tersebut tidak perlu berbicara karena mereka berdua dianggap bisa berbincang-bincang menggunakan pikirannya masing-masing.

Anggapan ini keliru karena bahasa pikiran sulit menggambarkan kenyataan dengan lengkap, oleh karenanya bahasa pikiran menggunakan bahasa yang sederhana.

Bisikan pikiran seseorang belum tentu diucapkan dan dilakukan (bisikan pikiran bergerak terus). Manusia menanggapi orang lain bukan dari yang dipikirkan orang lain, melainkan yang dilakukan dan diucapkan orang lain.

Jadi bila dua orang pembaca pikiran bertemu, maka tetap saja berbicara secara lisan, kemampuan mereka membaca pikiran satu sama lain digunakan sebagai pertimbangan dalam berbicara dan bergaul.

Kita dapat membisikkan ke dalam pikiran orang lain menggunakan kalimat sederhana, dengan bahasa yang difahami oleh orang yang dituju. Misalnya, Si A dapat membisikkan ke dalam pikiran Si B menggunakan bahasa tertentu. Bisikan itu akan sampai kepada Si B, jika Si B menguasai bahasa tersebut. Jika Si B tidak menguasai bahasa tersebut, kita dapat menggunakan cara lain, yaitu mengirimkan gambar pikiran sederhana ke dalam pikiran Si B. Gambar pikiran sederhana dapat difahami oleh oleh Si B atau manusia lainnya yang memiliki bahasa yang berbeda.

Gambar pikiran sederhana misalnya bersalaman, wajah tersenyum, mengacungkan jempol (memuji), dan lain-lain.

Membaca Pikiran

Pikiran (bisikan, dan gambar pikiran) manusia tersambung. Pikiran (bisikan dan gambar pikiran) orang lain bisa masuk ke dalam pikiran seseorang. Jika seseorang telah mengetahui, dan terlatih menyadari, bahwa pikiran orang lain bisa masuk ke dalam pikirannya, lambat laun akan mengetahui dan menyadari sumber pikiran itu berasal dari orang tertentu. Kemampuan itulah yang disebut membaca pikiran.

Hal-hal yang harus difahami dalam membaca pikiran:

1. Pikiran (bisikan dan gambar pikiran) menembus ruang.

Pikiran (bisikan dan gambar pikiran) seseorang akan sampai kepada pikiran orang lain, dekat maupun jauh, tidak dapat dibatasi jarak, dinding, gunung, samudra, dan lain-lain.

2. Pikiran (bisikan dan gambar pikiran) berubah setiap saat.

Ketika pikiran menangkap bisikan dan gambar pikiran dari orang lain, maka sebenarnya beberapa saat kemudian bisa berubah.

3. Tidak semua bisikan dan gambar pikiran yang muncul dalam pikiran seseorang diwujudkan dalam ucapan, dan perbuatan.

Bisa saja sekedar lintasan bisikan dan gambar pikiran, maka ketika menerima bisikan & gambar pikiran dari orang lain tidak perlu bereaksi berlebihan, tenang, mengubah bisikan & gambar pikiran, atau bisa saja diabaikan. 

Telepati

Manusia dapat berhubungan dengan manusia lainnya menggunakan hati dan pikiran, disebut Telepati.

Saat fokus mengingat seseorang, maka pikiran terhubung dengan pikiran orang tersebut. Saat merasakan sedalam-dalamnya hati seseorang, maka hati manusia terhubung dengan hati orang tersebut. Terhubungnya hati, dan pikiran manusia tak dapat dibatasi jarak, dinding, gunung, samudra, dan lain-lain.

Pikiran

Bagian pikiran yang dapat terhubung yaitu:
1. Bisikan pikiran yang berupa kalimat sederhana.
Sebagai contoh: dalam pikiran Si A berbisik "Si B orang baik", maka bisikan dalam pikiran Si A, akan muncul juga dalam pikiran Si B.

2. Gambar pikiran
Sebagai contoh: ketika tergambar dalam pikiran Si A, Si B menolong dirinya, maka gambaran tersebut akan muncul dalam pikiran Si B.
 
Manusia seringkali tidak menyadari bisikan & gambar yang muncul dalam pikirannya, dan tidak menyadari bahwa bisikan dan gambar pikirannya terhubung dengan manusia lainnya, karena bisikan dan gambar pikiran berada di alam bawah sadar (tidak disadari), maka sadarilah setiap bisikan dan gambar pikiran yang muncul! Sadarilah bahwa setiap bisikan dan gambar pikiran yang muncul dapat terhubung kepada manusia lainnya!

Pikiran (bisikan pikiran & gambar pikiran) terhubung, maka pikiran seseorang bisa memasuki pikiran orang lain. Sebaliknya pikiran orang lain bisa memasuki pikiran seseorang. Dengan demikian harus berhati-hati, karena bisa saja pikiran (bisikan pikiran dan gambar pikiran) seseorang berasal dari orang lain yang masuk secara disengaja atau tidak disengaja. Sebaliknya seseorang harus hati-hati dengan pikirannya, karena bisa saja pikirannya memasuki pikiran orang lain.

Cara yang baik adalah mengganti setiap pikiran negatif yang muncul, dengan pikiran yang positif. Hal tersebut akan mengakibatkan pikiran sendiri jadi positif, dan pikiran orang lain pun jadi positif.