PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Rabu, 10 Januari 2018

    Cara Kerja Hati Manusia



    Sahabat yang budiman...
    Kekuatan Pikiran, Kekuatan Hati, dan Kekuatan Jasmani saling mempengaruhi, berkaitan erat, dan tidak dapat dipisahkan. Jika sahabat melatih Kekuatan hati, dan Kekuatan Pikiran setiap saat, maka melatih Kekuatan Jasmani pun tetap penting.

    Cara Kerja Hati Manusia

    Suasana hati manusia tersambung.
    Selama ini kita tidak menyadari bahwa suasana hati manusia tersambung. Ketika merasakan hati seseorang sebenarnya hati kita tersambung dengan hati orang tersebut. Semakin dalam merasakan hati seseorang, maka semakin tersambung dan menyatu dengan hati orang tersebut.

    Setelah menyadari hati kita tersambung dan menyatu dengan hati orang lain, maka dengan cara itulah manusia dapat membaca hati (suasana hati dan perasaan) manusia lainnya. Silahkan sahabat melatihnya! 

    Suasana hati manusia tidak konstan (tetap), tetapi dapat diubah oleh dirinya sendiri.
    Selama ini kita menganggap suasana hati yang kita alami, konstan (tidak dapat diubah). Suasana hati kita seringkali dilarutkan oleh keadaan. Hal itu terjadi karena suasana hati manusia terletak di alam bawah sadar (tidak disadari). Sebagai contoh, ketika seorang manusia mengalami suasana hati sedih, maka sebenarnya saat itu pun bisa diubah menjadi bahagia.

    Jadi pada dasarnya manusia dapat mengendalikan suasana hatinya sendiri, karena suasana hati dapat diubah, maka sebenarnya ketika hati manusia tersambung dengan hati orang lain. Maka manusia dapat mengubah suasana hati orang lain.

    Suasana hati manusia dapat dikendalikan oleh gambar dan bisikan dalam pikiran.

    Dalam tulisan terdahulu saya menjelaskan bahwa ekspresi, mimik, dan gerak tubuh berakar dari pikiran (gambar, dan bisikan dalam pikiran).

    Pikiran (gambar, bisikan pikiran)  ------------------------------> ekspresi, mimik, dan gerak tubuh.

    Pikiran (gambar, dan bisikan pikiran) mengendalikan  ekspresi, mimik, dan gerak tubuh.

    Sebetulnya yang lebih lengkap adalah:

    Pikiran (gambar, bisikan pikiran)--------> perasaan (suasana hati)-----------> faal tubuh, ekspresi, mimik, dan gerak tubuh (bahasa tubuh).

    Pikiran (gambar dan bisikan pikiran), mengendalikan perasaan (suasana hati), mengendalikan seluruh faal (organ) tubuh manusia, ekspresi, mimik dan gerak tubuh (bahasa tubuh).

    Jadi sebetulnya manusia dapat mengubah suasana hati sendiri dengan cara mengubah bisikan, dan gambar yang muncul dalam pikirannya.

    Begitu pun jika ingin mengubah suasana hati orang lain, maka ubahlah bisikan, dan gambar yang muncul dalam pikirannya.
     
    Sebagai contoh, jika sahabat secara telepati menggambarkan ke dalam pikiran seseorang sahabat orang yang baik, maka suasana hati orang tersebut akan senang terhadap sahabat. jika sahabat secara telepati menggambarkan ke dalam pikiran seseorang, orang yang buruk, maka suasana hati orang yang bersangkutan akan benci terhadap sahabat.


    DG47