Jumat, 07 September 2018

Sahabat Bathiniah


Seandainya panca indera tidak dapat menjangkau, maka hati dan pikiran dapat digunakan sebaik mungkin untuk menjangkau seseorang.

Ketika kita ingin berhubungan dengan seseorang yang tidak terjangkau oleh panca indera, maka kita dapat menggunakan hati dan pikiran.

Simaklah!
  • Si A terkadang mengingat Si B.
  • Si B terkadang mengingat Si A.
  • Mereka tidak terhubung dengan panca indera.
  • Sesungguhnya pikiran dan hati mereka terhubung, artinya Si A dan Si B memiliki hubungan bathin.
  • Hubungan bathin di antara mereka bisa ditingkatkan menjadi sahabat secara bathiniah (sahabat hati dan pikiran).

Menjalin persahabatan secara bathiniah Si A dan Si B:

Si A setiap mengingat Si B harus memunculkan bisikan dan gambar pikiran yang positif tentang Si B, misalnya gambaran bahwa Si B baik, jujur, ramah, santun, tanggung jawab, dan lain-lain. Dengan begitu pikiran Si B pun akan bereaksi positif pula terhadap Si A.

Dengan demikian, jika Si A terus-menerus berpikir positif tentang Si B, maka lama-kelamaan Si B pun pikirannya akan positif terhadap dirinya. Hal inilah yang disebut menjalin persahabatan bathiniah.

Manfaatnya bagi Si A dan Si B:

  • Akan saling menghargai, dan menghormati.
  • Saling berbaik sangka.
  • Saling berpikir positif.
  • Saling memaklumi.
  • Saling mengharapkan kebaikan.
  • Saling menentramkan.
  • Saling mendamaikan.
  • Saling merukunkan.
  • Semakin mendekatkan.
  • Saling menenangkan.
  • Dan lain-lain.