Selasa, 19 Juni 2018

Perdamaian


Si A adalah pemimpin kelompok.
Si B adalah pemimpin kelompok.
Hubungan Si A dan Si B negatif, dan berpeluang menimbulkan kekerasan antar anggotanya.

Perilaku atau tindakan manusia, berasal dari hati dan pikiran, atau jika diurutkan:
  1.  Pikiran (gambar, dan bisikan pikiran).
  2.  Hati (suasana hati).
  3.  Gerak tubuh, tindakan, dan perilaku. 
Hubungan negatif Si A dan Si B baru sampai tahap pikiran dan hati. Semua manusia dapat berupaya mendamaikan Si A dan Si B pada tahap hati dan pikiran, karena hati dan pikiran dimiliki setiap manusia, dan setiap manusia dapat menghubungkan hati dan pikirannya kepada Si A dan Si B.

Setiap manusia dapat mengendalikan pikiran dan hati Si A dan Si B, dengan harapan tidak berlanjut menjadi kekerasan.

Cara mengendalikan pikiran dan hati Si A dan Si B.

Pikiran
Ketika mengingat Si A berarti memasuki pikirannya.
Bisikan kepada pikiran Si A “damai itu indah”!
Gambarkan kepada pikiran Si A kerugian-kerugian jika terjadi bentrokan kekerasan!
Gambarkan kepada pikiran Si A keuntungan-keuntungan jika mereka berdamai!
Ketika mengingat Si B berarti memasuki pikirannya.
Bisikan kepada pikiran Si B “damai itu indah”!
Gambarkan kepada pikiran Si B kerugian-kerugian jika terjadi bentrokan kekerasan!
Gambarkan kepada pikiran Si B keuntungan-keuntungan jika mereka berdamai!
Gambarkan kepada pikiran Si A dan Si B berjabat tangan dan berpelukan!

Hati
Ketika merasakan hati Si A berarti tersambung menyatu dengan hati Si A.
Rasakan hati Si A luluh, lunak sangat menyayangi anak buahnya, dan tidak ingin melihat anak buahnya, jadi korban bentrokan kekerasan!
Rasakan hati Si A luluh, lunak menyukai dan menghormati Si B!

Ketika merasakan hati Si B berarti tersambung menyatu dengan hati Si B.
Rasakan hati Si B luluh, lunak sangat menyukai anak buahnya, dan tidak ingin melihat anak buahnya jadi korban bentrokan kekerasan!
Rasakan hati Si B luluh, lunak menyukai dan menghormati Si A!

Dilakukan dengan sabar dan terus-menerus!

Mengendalikan hati dan pikiran mereka sebagai upaya mencegah terjadinya kekerasan, selanjutnya berharap mereka bisa berdamai.