PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Rabu, 30 Mei 2018

    Dialog Bathin (Hati dan Pikiran)


    Sahabat sekalian, dalam tulisan-tulisan saya banyak menjelaskan "bisikan dan gambar pikiran". Mohon difahami oleh sahabat! Sebetulnya ketika terjadi dinamika (perubahan-perubahan) dalam bisikan dan gambar pikiran, maka sebenarnya suasana hati (perasaan) mengalami dinamika pula, karena “bisikan dan gambar pikiran dapat mengendalikan suasana hati “.

    Sahabat sekalian, dalam interaksi dengan orang lain, kita melibatkan hati, pikiran, dan panca indera, namun dalam interaksi tersebut, banyak sekali rangsangan (lingkungan)  yang masuk melalui panca indera, sehingga dinamika hati dan pikiran cenderung dipengaruhi oleh rangsangan yang masuk melalui panca indera tersebut.

    Sebagai contoh ketika kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan seseorang, maka mata kita melihat fisiknya/gerak fisiknya, telinga kita mendengar suranya, hidung kita mencium wanginya, dll. Hal-hal tersebut mempengaruhi hati dan pikiran kita, hingga kita tidak sadar bahwa hati dan pikiran dapat dimanfaatkan pula dalam komunikasi.

    Mohon disimak!                                                

    Karena suatu hal Si A dan Si B terjadi hubungan hati dan pikiran (bathin).
    Mereka tinggal berjauhan, saat tenang, sepi, malam, terjadilah dialog bathin.
    Sesungguhnya dialog secara bathiniah tersebut terjadi (ibarat manusia berkomunikasi via HP).
    Dalam dialog bathin tersebut mereka bersepakat untuk saling mengahargai, dan berdamai.
    Keesokan harinya mereka bertemu dan yang terjadi malah bertengkar.

    Sahabat, mengapa hal itu terjadi?
    Karena faktor situasi yang lebih menentukan, dominasi rangsangan yang masuk melalui panca indera, sehingga hati dan pikiran lebih cenderung dikendalikan oleh panca indera. Hati dan pikiran mereka yang bersepakat untuk berdamai tertutup oleh dominasi panca indera. Seandainya mereka mempertahankan dialog bathin yang telah disepakati, maka kemungkinan besar mereka akan berdamai.

    Sahabat, jika kita berandai-andai.
    Si A hanya memiliki hati dan pikiran tidak memiliki panca indera.
    Si B hanya memilki hati dan pikiran tidak memiliki panca indera.
    Ketika mereka berjauhan terjadi dialog hati dan pikiran.
    Maka seandainya mereka didekatkan hati dan pikirannya akan berdialog,
    Seandainya dialog bathin mereka sepakat untuk berdamai, maka mereka akan berdamai.

    Sahabat... saya hanya menyadarkan sahabat, bahwa ketika sahabat berdialog secara bathin (hati dan pikiran) dengan seseorang, maka sesungguhnya dialog itu terjadi.

    Jika dialog secara bathin terjalin dengan baik, maka ketika bertemu akan berpotensi terjadi interaksi yang baik.

    Jika dialog secara bathin terjalin buruk, maka ketika bertemu berpotensi terjadi interaksi yang buruk.

    Dengan demikian dialog secara bathin (hati dan pikiran) penting dilakukan.

    DG47