Rabu, 30 Mei 2018

Dialog Bathin


Saat bergaul (interaksi) dengan orang lain, kita melibatkan hati, pikiran, dan panca indera. Panca indera dominan dalam mempengaruhi pergerakan hati dan pikiran.

Dalam pembahasan "Dialog Bathin" anggapan dasar yang digunakan adalah seandainya manusia hanya memiliki bathin (hati dan pikiran), tidak memiliki panca indera.

Silahkan disimak!
Si B dan Si C memiliki tempat tinggal berjauhan.
Mereka sepakat akan melakukan pertemuan.
Karena mereka akan melakukan pertemuan, maka terjadilah hubungan bathin.
Malam hari sebelum pertemuan, saat tenang dan sepi, terjadi hubungan bathin.
Hati dan pikiran Si B dan Si C saling terhubung, terjadilah "Dialog Bathin".
Dialog bathin Si B dan Si C meliputi hubungan antar bisikan dan gambar pikiran, serta suasana hati.
Dalam dialog bathin tersebut Si B dan Si C bersepakat untuk saling menghargai, menghormati, dan berdamai.

Sesungguhnya dialog bathin tersebut terjadi.

Seandainya Si B dan Si C hanya memiliki bathin (hati dan pikiran), tidak memiliki panca indera, kemudian mereka didekatkan, pasti Si B dan Si C akan saling menghormati, menghargai, dan berdamai.

Keesokan harinya Si B dan Si C bertemu.
                                               
Dalam pertemuan, mereka saling mengargai, menghormati, dan tercapai kesepakatan untuk berdamai, namun prosesnya tidak semulus dialog bathin yang terjadi pada malam hari, karena panca indera turut berperan dalam mempengaruhi hati dan pikiran mereka.

Uraian di atas menjelaskan bahwa dialog bathin di antara dua orang manusia sesungguhnya terjadi. Jika dialog bathin terjalin positif, maka saat bertemu berpeluang akan terjadi interaksi yang positif. Dengan demikian dialog secara bathin (hati dan pikiran) penting dilakukan.

Sesungguhnya dialog bathin baik dilakukan ketika berjauhan, maupun saat bertemu dengan orang yang dimaksud.