Minggu, 06 Mei 2018

Darimana Bisikan dan Gambar Pikiran Berasal?


Selama hidup, manusia mengaktifkan panca inderanya. Hal-hal yang didengar, dilihat, disentuh, dicium, dan dirasa masuk ke dalam memori pikirannya, selanjutnya karena rangsangan tertentu muncul dalam bentuk bisikan, dan gambar pikiran.  

Rangsangan, bisikan, dan gambar pikiran bergerak terus, tidak diam (dinamis) sehingga kita seringkali tidak menyadarinya.

Seperti telah kita ketahui, bahwa jika seseorang telah menyadari bisikan dan gambar pikirannya sendiri maka orang tersebut telah memiliki kekuatan. Dari seluruh kegiatan alam bawah sadar yang dimiliki manusia, hakekat kekuatannya terdapat pada bisikan dan gambar pikiran yang positif.

Sebagai contoh,

Dua kutub pikiran manusia adalah pikiran positif (bisikan dan gambar pikiran positif), dan pikiran negatif (bisikan dan gambar pikiran negatif).

Pikiran Si A positif, dimasuki secara telepati oleh pikiran Si B negatif, maka Pikiran Si B malah akan jadi positif.
Pikiran Si A negatif, dimasuki secara telepati pikiran Si B positif, maka pikiran Si A jadi positif.

Bisikan dan gambar pikiran bersumber dari memori pikiran manusia, dan memori pikiran manusia berasal dari panca indera. Seharusnya hal-hal positif yang masuk ke dalam panca indera, karena hal-hal positif menjadi inti sari kekuatan alam bawah sadar manusia.

Memori yang dibahas di atas yang berkaitan dengan bisikan dan gambar pikiran.