PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Senin, 30 April 2018

    Instal Pikiran Baik Vs Buruk


    Sahabat sekalian untuk pembahasan topik “Menginstal Pikiran”, mungkin sahabat masih ragu-ragu. Sangat wajar jika sahabat masih ragu-ragu, karena memang pembuktian menginstal pikiran perlu kesabaran.

    Sahabat, saat ini saya mengajak sahabat untuk melakukan percobaan menginstal pikiran, lakukan instal pikiran ini dengan sesadar-sadarnya!

    Jika sahabat memasukkan bisikan dan gambarkan ke pikiran seseorang, bahwa sahabat orang ceroboh, malas, lamban. rakus, dan kasar. Maka profil sahabat buruk dalam pikiran orang tersebut

    Sebenarnya instal pikiran di atas sering kita melakukannya, namun kita tidak menyadarinya, kita menyebutnya buruk sangka.

    1. Kita berpikiran orang lain mengangap diri kita ceroboh.
    2. Kita berpikiran orang lain menganggap diri kita malas.
    3. Kita berpikiran orang lain menganggap diri kita lamban.
    4. Kita berpikiran orang lain menganggap diri kita rakus.
    5. Kita berpikiran orang lain menganggap diri kita kasar.
    Pikiran-pikiran di atas kadang-kadang muncul. Tanpa disadari, sebenarnya kita sedang menginstal pikiran orang lain untuk memandang diri kita memiliki profil buruk.

    Mari kita bandingkan dengan instal pikiran yang ke-dua!
    Silakan sahabat bisikkan dan gambarkan ke dalam pikiran Si A bahwa:
    1. Sahabat orang yang teliti.
    2. Sahabat orang yang rajin.
    3. Sahabat orang yang gesit.
    4. Sahabat orang yang hati-hati.
    5. Sahabat orang yang halus.
    Profil sahabat baik dalam pikiran Si A.

    Apabila sahabat amati reaksi bahasa tubuh Si A terhadap sahabat, saya menduga bahasa tubuhnya akan bereaksi positif terhadap sahabat, karena pikirannya positif. Silahkan sahabat buktikan sendiri!

    Kesimpulan

    Ketika kita selalu berpikiran bahwa orang lain baik pada diri kita, sebenarnya kita sedang menginstal pikiran orang tersebut menjadi baik pada diri kita.

    Ketika kita selalu berpikiran bahwa orang lain buruk pada diri kita, sebenarnya kita sedang menginstal pikiran orang tersebut menjadi buruk pada diri kita.

    DG47