PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Jumat, 27 April 2018

    Celah Pikiran Manusia


    Sifat dasar manusia diantaranya lupa, dan ingatan terputus-putus. Saya menyebutnya celah pikiran manusia,

    1. Lupa dapat dimanfaatkan untuk menginstal ingatan palsu.
    2. Ingatan terputus-putus.

    Ingatan terputus-putus, maksudnya ketika seseorang di masa lalu bergaul dengan orang lain, maka pengalaman tersebut tersimpan di pikiran dalam bentuk bisikan dan gambar pikiran, tetapi tidak utuh (terpenggal-penggal).

    Ingatan orang lain yang terputus-putus tentang sahabat, adalah celah pikiran yang dapat sahabat manfaatkan untuk mengubah cara pandangnya menjadi positif terhadap sahabat.

    Ingatan orang lain yang terputus-putus tentang sahabat merupakan celah bagi sahabat untuk menyisipkan ingatan palsu (bisikan dan gambar pikiran palsu).

    Contoh:
    Si A adalah teman sahabat di masa lalu.
    Si A mengingat perilaku dan karakter sahabat terputus-putus.
    Ingatan dalam pikiran Si A yang terputus-putus dapat sahabat sisipkan dengan gambar dan bisikan pikiran palsu.
    Dimasukkan ke dalam pikiran Si A, bisikan dan gambar pikiran “sahabat selalu baik terhadap Si A”, “berperilaku sopan terhadap Si A”, “Setia kawan terhadap Si A”, dan lain-lain.

    Lama-kelamaan Si A akan menganggap bisikan dan gambar pikiran tersebut adalah karakter dan perilaku sahabat di masa lalu, padahal gambar dan bisikan pikiran palsu yang disisipkan oleh sahabat terhadap pikiran Si A, dalam upaya menjalin hubungan lahir dan bathin yang baik.


    DG47