PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Jumat, 20 April 2018

    Ada apa dengan “Menginstal Ingatan Palsu”?


    Sahabat sekalian, sifat dasar manusia diantaranya adalah ingatannya terputus-putus dan lupa.

    Ingatan terputus-putus, maksudnya ketika seseorang di masa lalu bergaul dengan orang lain, maka pengalaman tersebut tersimpan di pikiran dalam bentuk bisikan dan gambar pikiran, tetapi tidak utuh (terpenggal-penggal).

    Terkadang pengalaman di masa lalu, tidak muncul lagi dalam bentuk bisikan dan gambar pikiran, itulah yang dimaksud dengan lupa.

    Ingatan yang terputus-putus dan lupa merupakan celah untuk menginstal ingatan palsu (gambar dan bisikan pikiran palsu).

    Menginstal ingatan palsu (bisikan dan gambar pikiran palsu) bermanfaat untuk:

    1. Membangun kembali dan memperbaiki cara pandang seseorang terhadap orang tertentu.
    2. Memperbaiki hubungan bathin (hati dan pikiran) seseorang dengan orang tertentu.
    3. Bila hubungan bathin baik, maka hubungan sosial akan baik.

    Membangun dan memperbaiki cara pandang Si B terhadap Si A.

    Ingatan manusia tentang seseorang ibarat bangunan. Sebagai contoh, pengalaman  Si A ketika bergaul dengan Si B, Si A  mengingat si B (muncul dalam gambar dan bisikan pikiran),
    Si B orang lalai, 
    Si B orang yang ceroboh, 
    Si B orang yang kasar, 
    Dan lain-lain.
    Kesimpulan dalam cara pandang si A, Si B adalah orang yang buruk. (Bangunan buruk).

    Dengan berjalannya waktu, 
    Si A melupakan Si B, 
    ketika Si A mulai lupa dengan sifat-sifat Si B ( Ibarat bangunan  rata dengan tanah).

    Si B dapat membangun & memperbaiki cara pandang Si A dengan cara menginstal pikiran Si A, memasukkan dan menanamkan secara telepati bisikan dan gambar pikiran palsu ke pikiran Si A.
    Bisikan dan gambarkan ke dalam pikiran Si A!
    Si B disiplin
    Si B teliti
    Si B halus,
    Dan lain-lain.

    Jangan sedikitpun terselip gambar dan bisikan buruk tentang si B masuk ke dalam pikiran Si A.
    Lakukan secara permanen!
    Maka cara pandang si A terhadap si B sekarang adalah “ Si B adalah orang yang baik”.(Bangunan Baik).

    Lambat-laun alam bawah sadar Si A menganggap cara pandang tersebut merupakan kejadian di masa lalu, padahal hal itu adalah ingatan (bisikan dan gambar pikiran palsu) yang dibangun Si B dalam pikiran Si A.

    Sebaiknya sahabat mempraktekan penjelasan di atas, namun butuh waktu dan kesabaran, hingga sahabat menemukan kebenaran dari penjelasan di atas!
    DG47