PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Selasa, 19 Desember 2017

    Saling Memadamkan Amarah



    Sahabat sekalian...tulisan di bawah ini akan membahas hati (perasaan) amarah, benci, jengkel, hasud, sebaliknya dari hati (perasaan) cinta, kasih, sayang, menghormati, dan sabar.

    Sahabat...saya berharap sahabat sudah terampil merasakan getaran-getaran cinta, kasih, sayang seperti yang saya ajarkan pada tulisan saya yang berjudul "Luar Biasanya Hati". Lebih dari itu saya juga berharap sahabat dapat merasakan perasaan menghormati orang lain, dan sabar.

    Simaklah cerita di bawah ini! 
    Suatu hari Si A dan Si B bertengkar, permasalahan di antara mereka berdua belum selesai, kemudian mereka berpisah ke tempat tinggalnya masing-masing yang berjauhan.

    Sahabat sekalian….
    Bagaimanakah dengan hati Si A?
    Bagaimanakah dengan hati Si B?

    Mereka berdua berjauhan, hati mereka penuh dengan getaran-getaran  amarah, benci, jengkel, dan hasud, permasalah di antara mereka berdua belum tuntas.

    Cerita di atas sesungguhnya untuk menggambarkan kepada sahabat, itulah getaran amarah, benci, jengkel, dan hasud.

    Setelah Si A dan Si B berjauhan, sesungguhnya getaran hati Si A akan sampai kepada Si B, getaran hati Si B akan sampai kepada Si A. Hati mereka berdua amarah, benci, jengkel, dan hasud.

    Selama ini kita tidak menyadarinya, karena sulit diukur, untuk membuktikan teori di atas marilah kita melakukan percobaan!

    Suatu hari sahabat marah besar kepada Si Z.
    Di suatu tempat sahabat bertemu dengan Si Z.
    Namun meskipun marah, jangan sepatah kata pun terucap kepada Si Z.
    Tutupi raut wajah (mimik) sahabat sebisa mungkin agar tidak kelihatan marah terhadap Si Z.
    Kemudian perhatikan reaksi si Z!

    Jika sahabat melakukan percobaan di atas berkali-kali, maka akan didapatkan kesimpulan, bahwa bahasa tubuh Si Z akan bereaksi negatif terhadap suasana hati sahabat, meskipun sahabat tidak berbicara, dan menutupi raut wajah sebisa mungkin.


    Hal ini membuktikan bahwa hal yang terjadi akan relatif sama, jika sahabat  berjauhan dengan si Z.


    Kembali pada cerita awal tentang Si A dan Si B.
    Hati Si A penuh dengan getaran-getaran  amarah, benci, kesal, jengkel, dan hasud, kepada Si B.

    Hati Si B penuh dengan getaran-getaran  amarah, benci, kesal, jengkel, dan hasud, kepada Si A.

    Keadaan yang terjadi pada Si A dan Si B, kita sering menyebutnya Perang Dingin.

    Dalam suasana perang dingin menyimpan potensi keburukan, perpecahan, dan kekerasan, baik ketika berdekatan, maupun berjauhan.  

    Sahabat sekalian, keadaan hati yang baik adalah saling memadamkan, menumbuhkan perasaan kasih, sayang, cinta, saling menghargai, dan sabar, keadaan hati seperti ini akan merukunkan, mempersatukan, menentramkan, dan mensejahterakan.

    Pada cerita tentang Si A dan Si B, maka sebaiknya salah satu dari mereka mengalirkan getaran cinta, kasih sayang, saling menghormati dan sabar, baik ketika berdekatan, maupun berjauhan. Caranya:

    Si A merasakan sedalam-dalamnya perasaan Si B.
    Si A menyadari bahwa hatinya tersambung, dan menyatu dengan hati Si B.
    Rasakan hati Si B mencintai, menyayangi, menghormati,dan sabar terhadap dirinya.
    Rasakan pula bahwa dirinya (Si A) mencintai, menyayangi, menghormati dan sabar terhadap Si B.
    Lakukan dengan sabar!

    Meskipun awalnya dilakukan oleh si A, maka biasanya cara seperti ini akan saling memadamkan hati Si A dan Si B menjadi saling sayang, saling menghormati, dan sabar.


    =DG47=