PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Rabu, 08 November 2017

    Memahami Rasa Takut



    Sahabat sekalian saya telah menjelaskan bahwa suasana hati dapat dikendalikan oleh gambar, atau bisikan yang muncul dalam pikiran.

    Suasana hati "takut" pun, biasanya disebabkan gambar atau bisikan yang muncul dalam pikiran.

    Sahabat sekalian, siapakah  yang membuat sahabat merasa takut? Misalnya sahabat takut kepada si A.
    Gambaran apakah yang muncul dalam pikiran tentang si A? Silahkan sahabat renungkan dengan disadari!

    Bisa saja sahabat merasa takut oleh Si A, karena dalam pikiran sahabat muncul gambaran Si A yang sangat jahat, sadis, kejam, dan lain-lain.

    Perasaan takut terkadang tidak rasional, karena bisa saja sahabat takut oleh Si A, yang ada dalam pikiran, yang secara fisik tidak ada di depan sahabat, tidak kenal dengan sahabat, berjauhan dengan sahabat, juga belum tentu Si A jahat, sadis, dan kejam.

    Sahabat sekalian… sesungguhnya rasa takut terhadap Si A tidak akan mengubah keadaan, tidak mengubah diri sahabat sendiri, juga tidak mengubah Si A.

    Seandainya Si A adalah orang yang jahat, sadis dan kejam, maka saya sadarkan sahabat, bahwa pikiran sahabat dapat menjangkau Si A, meskipun lokasi yang sangat jauh (berbeda kota, negara, dan benua) atau karena hal lainnya.

    Ke dalam pikiran Si A, sahabat dapat membisikan kalimat-kalimat, dan gambar-gambar yang baik ke dalam pikiran Si A dengan cara telepati (secara kontinyu dan sabar), agar pikiran Si A menjadi baik, perilaku Si A menjadi baik (positif).

    Pikiran seluruh manusia tersambung, tergantung kepada siapa kita mengarahkannya.

    DG47