PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Jumat, 17 November 2017

    Dongeng tentang Kampung

    Sahabat yang budiman....
    Dikisahkan di suatu wilayah terdapat 6 kampung, sebut saja Kampung A, B, C, D, E, dan F. Kampung A dikelilingi oleh Kampung B, C, D, E, dan F. Jadi, Kampung A berbatasan dengan ke lima kampung tersebut.

    Tiap kampung dipimpin oleh seorang Ketua Kampung. Masing-masing Ketua Kampung sangat berpengaruh terhadap warga kampungnya masing-masing. 

    Ketua Kampung A Setiap mengingat Ketua Kampung B, C, D, E, dan F dibisikkan kepada pikiran mereka "Ketua Kampung A orang yang baik, warga Kampung A warganya baik-baik".

    Dalam pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F berbunyi "Ketua Kampung A orang yang baik, warga Kampung A warganya baik-baik". Jadilah mereka sangat menghargai Ketua Kampung A, dan warga Kampung A, tidak ada kebencian dalam pikiran mereka.

    Ketua Kampung A intensif membaca pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F. Setiap muncul pikiran buruk pada pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F. 

    Ketua Kampung A segera mengubah pikiran buruk mereka dengan pikiran yang baik, dilakukan secara intensif. 

    Jadilah Kampung A, B, C, D, E, dan F warganya hidup rukun, saling menghargai, konflik diselesaikan dengan cara damai.

    Dari dongeng di atas dapat disimpulkan bahwa, Ketua Kampung A:
    1. Selalu memantau pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F.
    2. Mengendalikan pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F. agar mereka berpikiran baik terhadap Ketua Kampung A, dan warganya.
    3. Meluruskan pikiran buruk Ketua Kampung B, C, D, E, dan F. untuk menjadi baik (positif) secara intensif dan kontinyu.
    4. Menggunakan telepati untuk penyelesaian konflik secara damai.
    5. Menggunakan telepati untuk menghindari kekerasan.
    6. Menggunakan telepati untuk menghindari adanya korban dan kerugian.

    DG47