PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Selasa, 28 November 2017

    Contoh Manfaat Kekuatan Hati

    Sahabat yang budiman!

    Saya sudah menjelaskan cara melatih hati, lebih khusus "merasakan getaran-getaran kasih, sayang, dan cinta". Apakah sahabat sudah melakukannya? Pasti sahabat selalu melakukannya, karena hati dimiliki oleh sahabat, juga dimiliki oleh setiap orang.

    Mungkin sahabat meragukan kekuatan dari "getaran-getaran kasih sayang", karena cara kerjanya sulit diukur. Di bawah ini saya beri contoh kasus.

    Pada kasus di bawah ini saya gabungkan kekuatan hati (getaran kasih sayang), dan kekuatan pikiran (bisikan, gambar pikiran).

    Simaklah cerita di bawah ini!

    Tersebutlah dua orang manusia Si A, dan Si B.
    Si A sedang marah terhadap Si B.
    Dalam pikiran Si A berbisik perkataan-perkataan Si B yang menyakitkan perasaannya.
    Dalam pikiran Si A tergambar kelakuan Si B yang menyakitkan hatinya.
    Dalam pikiran Si A tergambar dirinya mendatangi Si B mengata-ngatainya dan membalasnya.
    Begitu kuat bisikan dan gambar pikiran yang muncul dalam pikiran si A, hingga menggerakkan tubuhnya untuk mendatangi Si B.

    Lanjut Cerita.
    Si A bergegas mendatangi Si B.
    Namun ketika bertemu dengan Si B, Si A tertegun, salah tingkah, luluh, senyum-senyum, tidak jadi memarahi si B, tidak banyak kata yang terucap, kemudian pulang.

    Sementara Si B diam dan tenang, saat Si A datang.

    Sebetulnya apa yang terjadi?

    Ketika Si A datang, Si B menggunakan hati (getaran cinta), dan pikiran (bisikan, gambar pikiran). Itulah sebabnya Si B diam dan tenang, karena kekuatan hati dan pikiran, bisa digunakan bila dirinya tenang (tidak emosi).

    Ketika Si A datang dalam keadaan marah (emosi).
    Digambarkan ke dalam pikiran Si A "Si B nampak simpatik"
    Dibisikkan ke dalam pikiran Si A "Saya Suka Si B"
    Dimasuki hati Si A dengan cara sadari hati tersambung, menyatu dengan hati Si A, lalu rasakan getaran hati Si A berdebar (deg-degan) mengasihi dan menyayangi Si B.

    Dapat kita bayangkan, Si A yang datang untuk memarahi Si B, namun ketika bertemu, melihat wajah si B yang simpatik, dalam pikirannya malah menyukai Si B, kemudian hatinya berdebar mengasihi, dan menyayangi Si B.

    Dalam hati dan pikiran Si A berperang antara marah, suka, benci, cinta, kesal, sayang, sakit hati, dll. hingga akhirnya Si A memutuskan untuk kembali pulang.

    Cerita di atas dapat membuktikan bahwa kekuatan hati (getaran kasih, sayang, dan cinta) dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Agar sahabat percaya manfaat kekuatan hati, maka lakukan secara berulang-ulang!


    DG47