PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari tulisan pertama sampai yang terkini.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Sabtu, 22 Agustus 2015

    Bahasa Dalam Bisikan Pikiran

    Manusia menganggap bahasa yang digunakan dalam pikiran (bisikan pikiran) sama dengan bahasa lisan yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari, padahal berbeda.

    Bisikan pikiran terdapat di alam bawah sadar (tidak disadari), bahasa yang digunakan dalam bisikan pikiran sangat sederhana, atau bersifat tematik, misalnya membisikan ke dalam pikiran orang lain, atau menerima bisikan pikiran dari orang lain
    "kamu baik",
    “kamu cantik",
    "makanan ini enak"
    "kamu menyenangkan"
    "saya cinta kamu"
    "jangan berbuat jahat"
    "jangan iri hati"
    "saya sudah sehat"
    "saya sudah sembuh"
    "hidup ini indah"
    dll.

    Manusia menganggap bahasa pikiran (bisikan pikiran dan gambar pikiran) sama dengan bahasa lisan yang kita gunakan sehari-hari.

    Hal tersebut menimbulkan anggapan, jika dua orang pembaca pikiran bertemu, maka kedua orang tersebut tidak perlu berbicara karena mereka berdua dianggap bisa berbincang-bincang menggunakan pikirannya masing-masing.

    Anggapan ini keliru karena bahasa pikiran sulit menggambarkan alam nyata dengan lengkap, oleh karenanya bahasa pikiran menggunakan bahasa yang sederhana.

    Pikiran (bisikan pikiran dan gambar pikiran) seseorang BELUM TENTU DIUCAPKAN DAN DILAKUKAN.

    Manusia merespon orang lain bukan apa yang DIPIKIRKAN orang lain, melainkan apa yang DILAKUKAN dan DIUCAPKAN orang lain.

    Manusia merespon satu sama lain dengan PANCA INDERA, sedangkan bahasa pikiran tidak bisa ditangkap panca indera.

    Jadi bila dua orang pembaca pikiran bertemu, maka tetap saja berkomunikasi secara lisan (verbal), kemampuan mereka membaca pikiran satu sama lain digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam bertutur kata dan bertindak.

    KOMUNIKASI LISAN (VERBAL) dan KOMUNIKASI PIKIRAN diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.


    Kita dapat MEMBISIKKAN ke dalam pikiran orang lain menggunakan kalimat sederhana, dengan bahasa yang difahami oleh orang yang dituju.

    Misalnya, Si A dapat membisikkan ke dalam pikiran Si B menggunakan Bahasa Indonesia. Bisikan itu akan sampai kepada Si B, jika Si B menguasai Bahasa Indonesia.

    Jika Si B tidak menguasai Bahasa Indonesia, maka bisikan pikiran dari Si A tidak akan sampai kepada pikiran Si B.

    Meskipun demikian, komunikasi pikiran yang UNIVERSAL (dapat difahami oleh seluruh manusia) adalah dengan cara mengirimkan atau menerima GAMBAR PIKIRAN dari orang lain.

    Komunikasi pikiran dengan cara MENGIRIMKAN dan MENERIMA GAMBAR PIKIRAN dari dan ke pikiran orang lain, bisa dilakukan oleh semua orang, satu sama lain, meskipun memiliki kemampuan bahasa yang berbeda.

    Seseorang yang memiliki kemampuan berbagai bahasa, akan lebih efektif menerima dan membisikkan ke dalam pikiran orang lain dari berbagai negara dan bangsa.
    -DG-