Laman

Cara mudah menguasai HIPNOTIS, TELEPATI, INDRA KEENAM, MEMBACA, MENGENDALIKAN, MEMBISIKKAN PIKIRAN ORANG LAIN, INTUISI, CLAIRVOYANCE, PREKOGNISI, DLL. Penelitian ilmu-ilmu di atas saya lakukan selama 15 tahun.

Artikel yang akan datang,

1. Memahami Intuisi.
2. Bagaimanakah Cara Kerja Prekognisi (Ramalan)?
3. Alam Bawah Sadar Dahlan Guru, Sebuah Revolusi Psikologi.
4. Bagaimanakah Clairvoyance (Terawang)?

Blog ini di edit secara bertahap, terutama jika menyinggung perasaan orang, suku, agama, ras, golongan, dan negara tertentu, maka akan diperbaharui atau dihapus. Hal tersebut dimaksudkan agar ketika membaca artikel di blog ini, pembaca terhormat bisa menikmatinya.
Blog ini pun akan ditransformasi secara bertahap menjadi Blog ILMIAH dan EDUKATIF.

Jumat, 15 Juni 2012

CARA MUDAH MENGUASAI ILMU KEBAL SANTET Bagian 1 - 5

BAGIAN - 1


Sebelum membaca artikel di bawah ini, sebaiknya anda telah memahami dan menguasai artikel berjudul "Cara Mudah Menguasai Hipnotis Telepati Indra Keenam"  serta artikel yang berjudul "Cara Mudah Menanggulangi Fitnah Tuduhan Tukang Santet".

Selama ini anda pernah mendengar telepati, namun banyak orang meragukan keberadaan ilmu telepati. Apalagi ilmuwan-ilmuwan kelas dunia yang berasal dari beberapa negara barat (Inggris, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, dan lain-lain) belum mampu mengungkap rahasia telepati.

Amerika Serikat telah melakukan penelitian untuk membuka rahasia telepati, untuk penelitian ilmu telepati Amerika Serikat harus mengeluarkan biaya milyaran dolar, namun hasilnya tidak optimal.

Kegagalan ilmuwan Amerika Serikat, disebabkan mereka menggunakan metodologi penelitian yang keliru. Point terpenting, mereka tidak pernah mengetahui, bahwa bagian dari yang ditelepatikan adalah alam bawah sadar (versi dahlan guru) yaitu :  bisikan pikiran, gambar dalam pikiran, suasana hati. Demikian, kekeliruan mendasar mereka dalam melakukan penelitian telepati.

Sebuah universitas ternama di Inggris mengadakan penelitian tentang "Cara Membaca Pikiran" (dapat dilihat dari link ini Penelitian Membaca Pikiran Barat),  penelitan mereka belum menyentuh esensi dari membaca pikiran manusia.

Merek sulit menguasai ilmu membaca pikiran, karena metodologi, hipotesa, konsep, dan asumsi-asumsi yang digunakan masih keliru.

Ilmuwan-ilmuwan barat belum mampu meneliti telepati, hipnotis telepati, membaca pikiran dan hati, membisikkan/mengendalikan pikiran dan hati, tenaga dalam, dll.

Bila kita menonton film-film fiksi ilmiah barat terutama yang berkaitan dengan rahasia hati dan pikiran manusia, misalnya film X-Men, Minority Report, Startrek, Hero dan lain-lain, kita dapat menemukan kesalahan-kesalahan mendasar konsep-konsep cara kerja hati dan pikiran manusia.

Contoh : dalam film "X - Men: The Last Stand", seorang Prof. Xavier pembaca pikiran (telepathist) bisa dikalahkan dan terbunuh oleh Jean Grey (telepathist) yang sedang diliputi amarah atau kerasukan.

Sebetulnya seseorang yang sedang diliputi amarah, pikirannya melemah, karena kontrol terhadap bisikan pikiran, lintasan gambar dalam pikiran sangat rendah, pikirannya sangat mudah dikendalikan orang lain melalui telepati. Sedangkan seseorang yang tenang, pikirannya menguat, karena dia akan mudah mengontrol bisikan pikiran, lintasan gambar pikirannya sendiri, dan mengontrol pikiran orang lain menggunakan telepati.

Kemampuan manusia bukan membaca pikiran dan telepati pikiran saja, tetapi membaca hati dan telepati hati juga, namun selama ini dalam film-film barat, membaca hati dan telepati hati, sama sekali tidak dikenal.

Dalam film-film barat juga sering diceritakan, ketika dua orang pembaca pikiran bertemu, mereka tidak saling berbicara, karena mereka berbicara dengan pikirannya, tentu saja hal ini keliru. 

Si Fulan adalah pembaca pikiran, jika Si Fulan bertemu dengan sahabatnya yang juga seorang pembaca pikiran, maka tetap saja Si Fulan menggunakan bahasa verbal, karena manusia saling merespon satu sama lain berdasarkan yang diucapkan, dan yang dilakukan orang lain, bukan berdasarkan yang dipikirkan orang lain. 

Banyak dari film-film barat, khususnya yang berkaitan dengan cara kerja pikiran, menampilkan konsep yang salah dari cara kerja pikiran manusia.


Sebuah fakta untuk Ilmuwan Indonesia, bahwa peradaban barat bukan segala-galanya.

Sebuah proses penyadaran, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang unggul, potensi bangsa Indonesia melebihi bangsa-bangsa lain di dunia, namun ada paradigma berpikir keliru, bangsa Indonesia menganggap semua persoalan hidup, dan kehidupan hanya bisa dipecahkan dari sudut pandang ilmu pengetahuan dan teknologi hasil riset dari Peradaban Barat. 
 
Tulisan di bawah ini masih direvisi.



BAGIAN  -2

Santet  adalah memasukkan benda (paku, pecahan beling, dll.) kepada tubuh orang lain dari jarak jauh (telekinetik), atau secara gaib adalah mitos.

Santet dapat merusak/melukai organ tubuh orang lain, adalah mitos

Santet menyerang orang lain menggunakan mahluk gaib seperti jin, setan, dan lain-lain, adalah mitos.

Santet adalah membuat psikosomatik pada diri orang lain. 

Tanpa disadari setiap orang sebenarnya bisa melakukan santet dan telah melakukan santet. 

Setiap orang yang mendoakan buruk kepada orang lain, sesungguhnya dirinya sedang menyantet orang lain, hal ini tidak disadari karena ketidaktahuan cara kerja pikiran manusia.

Artikel di bawah ini akan menjelaskan fenomena santet yang merupakan hasil kajian, dan penelitian, dimaksudkan agar manusia tidak salah memahami fenomena santet.





Ilmu Santet

Si Fulan adalah seorang guru bela diri, mengajarkan  Ilmu Santet  & Cara Kebal Santet  agar muridnya mampu membela diri, baik secara fisik (lahiriah) & bathiniah (kekuatan hati dan pikiran).

Suatu hari Si Fulan menyuruh murid-muridnya duduk bersila di depannya. Si Fulan berkonsentrasi, kemudian mengangkat tangannya dalam posisi seolah-olah sedang memegang piring yang berisi paku berkarat (piring yang berisi paku berkarat tersebut, maksudnya bayangan yang ada dalam pikiran Si Fulan). 

Si Fulan fokus sekali terhadap bayangan yang ada di dalam pikirannya, kemudian bayangan tersebut dia kirimkan ke pikiran salah seorang muridnya (Si Dede).

Si Fulan menyuruh Si Dede  untuk fokus melihat Si Fulan yang sedang membawa piring berisi paku berkarat.  Jadi dalam pikiran Si Dede pun terbayang bahwa gurunya sedang membawa piring berisi paku berkarat.

Si Fulan memperagakan dan membayangkan, bahwa paku berkarat di masukan ke dalam tubuh Si Dede.

Si Dede pun harus fokus membayangkan, dan merasakan, bahwa paku berkarat masuk ke dalam tubuhnya, Si Dede harus berlatih merasakan dan membayangkan sesakit-sakitnya, akibat paku berkarat masuk ke dalam tubuhnya.

Belum dianggap berhasil jika Si Dede belum bisa merasakan sakit, akibat paku berkarat masuk ke dalam tubuhnya.

Apakah Maksud Si Fulan Mengajarkan Ilmu Santet dengan Metode Seperti Itu?

Si Dede berlatih fokus membayangkan adanya paku berkarat, sesungguhnya bayangan tersebut bisa dikirimkan kepada pikiran orang lain (Si Madun) dari jarak jauh.

Si Dede berlatih merasakan dirinya sesakit-sakitnya akibat dari masuknya paku berkarat ke dalam tubuhnya, sesungguhnya rasa sakit tersebut bisa dikirimkan kepada Si Madun dari jarak jauh.

Jika Si Dede melakukannnya terhadap si Madun secara intensif dan kontinyu, maka dalam pikiran Si Madun akan selalu muncul, bahwa ada kiriman santet/paku berkarat masuk ke dalam tubuhnya. Siang malam si Madun memikirkannya. Bahkan Si Madun merasakan sakit.

Berbeda dengan menembak orang, fenomena santet tidak terukur.

Jika menembak orang, maka secara kasat mata kita akan melihat peluru masuk ke dalam tubuh seseorang, sehingga orang yang ditembak terluka atau mati, namun fenomena santet tidak terukur disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya, yaitu:

  • Tingkat kemampuan penyantet. 
Santet sangat tergantung dari fokus/konsentrasi terhadap pikiran objek santet, dan fokus/konsentrasi (berempati) merasakan hati dan perasaan objek santet. Fokus dan konsentrasi seseorang harus dilatih selama bertahun-tahun, tidak semua orang berbakat dalam melatih fokus dan konsentrasi. 
  •  Resistensi (ketahanan) orang yang disantet berbeda-beda. Misalnya:
Orang sakit lebih mudah disantet dibandingkan orang sehat.
Usia muda lebih mudah disantet dibandingkan orang dewasa atau usia tua.
Orang berpendidikan/rasional lebih sulit disantet dibandingkan orang-orang (irasional).
Sulitnya membedakan antara sakit karena santet, atau sakit karena rusaknya organ tubuh/infeksi
Orang-orang yang selalu mendekat kepada Allah SWT lebih kebal disantet dibandingkan orang-orang yang jauh kepadaNya.


Meskipun faktor yang mepengaruhi santet sangat banyak, jarak tidak menjadi faktor yang berpengaruh.

Jadi jika seseorang sudah menguasai ilmu santet, maka ia dapat menyantet seseorang yang ada di belahan bumi yang lain misalnya di Benua Amerika, Timur Tengah, dan di Benua Afrika. Tentu saja santet pasti bekerja, namun hasilnya sulit diukur.



BAGIAN -3

 Sebelum membaca artikel di bawah ini, sebaiknya anda telah menguasai Cara Mudah Menguasai Hipnotis, Telepati, & Indra Keenam" & "Cara Mudah Menanggulangi Fitnah/Tuduhan 'TUKANG SANTET'"


Cara menguasai santet.

Latihlah konsentrasi menatap (tidak berkedip) cahaya lilin di tempat/kamar yang gelap gulita, secara intensif dan kontinyu! Akibatnya:
  • Mata akan memerah.
  • Mata terasa akan keluar.
  • Kepala terasa pusing.
  • Keluar air mata.

Jika sudah terbiasa, hal-hal di atas tidak akan terjadi pada mata anda. Lakukan secara intensif dan kontinyu, selama bertahun-tahun!

Manfaatnya:
  • Karena mata sering melawan, menatap lilin yang memancarkan cahaya, maka mata anda akan bertenaga. Jika menatap mata manusia, dirasakan oleh orang lain tatapannya lebih tajam, mendalam menembus hati manusia.
  • Sinyal pikiran anda akan kuat, peka,  masuk, menembus pikiran orang lain, ketika melihat dan mengingat orang lain.
  • Sinyal hati/perasaan anda akan kuat, peka, masuk, menembus hati dan perasaan orang lain, ketika berempati kepada orang lain.

Mulailah menyantet!

Anda konsentrasi mengingat seseorang, bayangkan dan gambarkan terus ke dalam pikirannya ada paku berkarat, dan pecahan beling masuk ke dalam tubuhnya!

Gambarkan dan suarakan pula dalam pikirannya bahwa tubuhnya sakit! Rasakan sedalam-dalamnya hati, perasaan, dan badannya terasa sakit!

Sesungguhnya santet menyerang psikis, untuk memunculkan psikosomatik pada diri seseorang, objek santet akan sakit akibat psikosomatik, psikosomatik yang disebabkan santet, artinya objek santet sakit bukan karena infeksi atau luka, melainkan karena pikiran, hati dan perasaannya dikendalikan orang lain.

Bisa jadi anda tidak percaya dengan tulisan saya di atas, dan saya pun menyarankan anda untuk tidak mempercayainya, tapi sebaiknya anda membuktikannya!

Dalam artikel terdahulu telah saya jelaskan, bahwa fenomena santet, keberhasilan santet sulit diukur, namun demikian anda dapat membuktikannya sendiri dengan cara:

Carilah “Kelinci Percobaan”!

Mulailah anda menyantet “Kelinci Percobaan” selama bertahun-tahun, secara intensif dan kontinyu siang dan malam!

Amati kehidupan “Kelinci Percobaan” tersebut secara intensif dan kontinyu! Maka anda akan tahu jawaban dari pertanyaan “Apakah Santet Bekerja?”

Anda cari orang yang taat beribadah kepada Allah SWT, selalu berbuat baik kepada setiap manusia, tidak pernah menyakiti hati orang lain, kemudian santetlah dia!

Anda akan mengetahui jawabannya.

BAGIAN -5



Mengapa pagar gaib yang dibuat Si Fulan dapat ditembus santet?

Hal itu disebabkan Si Fulan salah memahami konsep pagar gaib. Saat itu Si Fulan menganggap bahwa membuat pagar gaib dengan cara: konsentrasi, fokus pikiran, memusatkan tenaga ke telunjuk, kemudian melingkarkannya ke lapangan (tempat latihan tenaga dalam) baik secara langsung maupun dari jarak jauh.

Konsep pagar gaib seperti itu salah, karena sekuat apapun yang dilakukan Si Fulan dari telunjuknya tidak keluar apa-apa.

Konsep pagar gaib yang benar adalah:

Melakukan hipnotis telepati kepada penduduk sekitar lapangan, dan penduduk yang jauh dari lapangan (termasuk tukang santet dll) agar mereka mendukung dan menyayangi anak-anak yang sedang latihan tenaga dalam.

Ketika fokus mengingat penduduk sekitar dan jauh dari lapangan bisikkan dalam pikirannya "saya sangat mendukung anak-anak latihan tenaga dalam, anak-anak yang latihan tenaga dalam, anak-anak baik”.

Rasakan hati mereka sangat menyayangi anak-anak yang sedang latihan tenaga dalam.

Dalam pikiran mereka berbunyi  bahwa mereka sangat mendukung anak-anak yang latihan tenaga dalam, anak-anak yang latihan tenaga dalam anak-anak baik.

Hati dan perasaan mereka sangat menyayangi anak-anak yang sedang latihan tenaga dalam, mereka menganggap isi hati dan pikirannya berasal dari dirinya sendiri, padahal berasal dari Si Fulan dalam rangka menjaga anak-anak yang sedang latihan tenaga dalam.

Si Fulan melakukan hipnotis telepati sambil melingkarkan telunjuk ke sekeliling lapangan baik secara langsung maupun dari jarak jauh, namun telunjuk yang dilingkarkan tidak bermakna apa-apa hanyalah formalitas saja.

Melakukan hipnotis telepati kepada penduduk sekitar lapangan, dan penduduk yang jauh dari lapangan dilakukan selama latihan tenaga dalam berlangsung.

Mengapa anak-anak menjenggut-jenggut rambut dan berteriak-teriak kesakitan?

Murid-murid Si Fulan berusia 13-15 tahun pada usia tersebut secara psikologis kendali (control) terhadap hati dan pikirannya sendiri masih rendah.

Peristiwa santet masal yang mereka alami sama dengan peristiwa kesurupan masal  yang sering terjadi di sekolah-sekolah.

Jika kesurupan masal terjadi karena merasa ke dalam tubuhnya masuk mahluq gaib, pada peristiwa santet masal terjadi karena merasa ke dalam tubuhnya masuk santet.

Telah dijelaskan bahwa santet tidak melukai organ tubuh, santet hanya memunculkan psikosomatik (sakit karena adanya gangguan pada pikiran) pada diri seseorang,  oleh karenanya ketika murid-murid Si Fulan menjenggut-jenggut rambut dan berteriak-teriak, sulit diukur rasa sakitnya.

Perilakunya yang terukur yaitu menjenggut-jengut kepala dan teriak-teriak. Bisa saja sebenarnya  mereka tidak sakit, hanya sugesti yang kuat dari penyantet atau sugesti melihat teman-temannya  menjengut-jenggut kepala dan berteriak-teriak (seperti kejadian kesurupan masal).

Sugesti yang kuat bisa saja muncul karena dilakukan oleh tukang santet, dimasukkan ke dalam pikiran murid-muridnya ada paku masuk ke dalam kepala mereka, dirasakan kepala mereka sakit berlebih-lebihan. Bahkan tukang santet bisa mensugesti seseorang untuk muntah-muntah, muntah darah, dan keinginan untuk bunuh diri, jika kendali terhadap hati dan pikiran rendah.

Itulah pentingnya menanamkan nilai-nilai moral dan agama pada anak-anak agar mereka mampu mengendalikan bisikan yang muncul dalam hati dan pikirannya, tidak semua bisikan yang muncul dalam hati dan pikiran diikuti karena bisa saja bisikan tersebut berasal dari orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, disengaja atau tidak disengaja.

Bagaimanakah cara Si Fulan menangani peristiwa santet masal tersebut?
  1. Tetap tenang agar keadaan tetap terkendali.
  2. Mengambil alih pikiran murid-murid (terutama yang kena santet)  menggunakan hipnotis telepati
  3. Masukkan ke dalam pikiran mereka bahwa “Tidak ada santet memasuki dirinya”
  4. Rasakan hati mereka tenang dan nyaman.
  5. Lakukan dengan intensif dan sabar.

Dalam kenyataannya banyak faktor yang mempengaruhi (situasi dan kondisi) namun prinsip penangannanya seperti hal di atas.

Cara Si Fulan dalam menjaga murid-muridnya menggunakan hati dan pikiran, bisa ditiru oleh para pengawal presiden, dalam rangka mengamankan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, tanpa mengabaikan pengamanan standar. 

Nantikan catatan berikutnya tentang santet!