Laman

Cara mudah menguasai HIPNOTIS, TELEPATI, INDRA KEENAM, MEMBACA, MENGENDALIKAN, MEMBISIKKAN PIKIRAN ORANG LAIN, INTUISI, CLAIRVOYANCE, PREKOGNISI, DLL. Penelitian ilmu-ilmu di atas saya lakukan selama 15 tahun.

Artikel yang akan datang,

1. Memahami Intuisi.
2. Bagaimanakah Cara Kerja Prekognisi (Ramalan)?
3. Alam Bawah Sadar Dahlan Guru, Sebuah Revolusi Psikologi.
4. Bagaimanakah Clairvoyance (Terawang)?

Blog ini di edit secara bertahap, terutama jika menyinggung perasaan orang, suku, agama, ras, golongan, dan negara tertentu, maka akan diperbaharui atau dihapus. Hal tersebut dimaksudkan agar ketika membaca artikel di blog ini, pembaca terhormat bisa menikmatinya.
Blog ini pun akan ditransformasi secara bertahap menjadi Blog ILMIAH dan EDUKATIF.

Sabtu, 17 Desember 2011

CARA MUDAH MENAKLUKAN ORANG YANG MEMILIKI ILMU PAMACAN (KERASUKAN SILUMAN MACAN).



Video di atas bukan kejadian yang diceritakan pada artikel di bawah ini, 
video di atas hanya ingin memvisualisasikan orang yang kesurupan siluman macan.


Sebelum membaca artikel di bawah ini, anda harus membaca, memahami, dan menguasai “Cara Mudah Menguasai Hipnotis, Telepati, & Indra Keenam".

Menaklukan orang yang memiliki ilmu pamacan sangat mudah !

Kisah di bawah ini berlatar tahun 1993,  di daerah Bandung Timur. Sekelompok anak muda berlatih tenaga dalam menggunakan metode pernapasan. Latihan biasanya dimulai setelah sholat isya kira-kira jam 20.00, dilakukan di tempat yang gelap dibimbing oleh seorang guru.

Suatu malam mereka baru kedatangan Si Fulan, seperti biasa mereka melakukan latihan, kali ini mereka latihan bersama-sama dengan Si Fulan.

Di sela-sela waktu istirahat Sang Guru berkata, “Siapa diantara kalian yang bisa nyambat (sejenis ilmu kerasukan)?”. Semua muridnya belum ada yang menguasainya, namun tiba-tiba Si Fulan mengacungkan tangannya. 

Rupanya pertanyaan Sang Guru ditujukan kepada Si Fulan, karena Sang Guru dapat membaca hati dan pikiran Si Fulan.” Silahkan Fulan ke depan !” Kata Sang Guru.

Si Fulan kemudian mulai nyambat (kerasukan) pamacan, kontan saja murid-murid yang lain ketakutan. Mereka mundur, setengah lari.

Si Fulan yang kerasukan pamacan mulai melentingkan tubuhnya, tangannya mulai mencakar-cakar tanah, mulutnya menggeram, tatapannya tajam ke depan, seperti seekor macan yang siap menerkam mangsa. Saat itu si Fulan siap-siap menerkam Sang Guru.

Jika saja saat itu Si Fulan melakukannya kepada orang awam, tentulah orang yang ada di depan Si Fulan akan lari ketakutan, atau kencing di celana, namun karena yang dihadapinya seorang Guru tenaga dalam, maka tidak sedikitpun ada kegentaran atau ketakutan.

Ketika Sang Guru melihat Si Fulan yang sedang kerasukan pamacan dan siap menerkam dirinya, Sang Guru tetap tenang, namun kelihatan sekali ia memusatkan pikirannya untuk menghadapi Si Fulan.

Dengan cara memusatkan pikiran menatap Si Fulan, dari jarak kurang lebih 4 meter, Sang Guru menggerakkan telunjuknya sambil berdiri di tempat, membuat garis khayalan di sekeliling Si Fulan.

Si Fulan yang sedang kesurupan pamacan tidak bisa keluar dari garis khayalan yang dibuat Sang Guru. Tiap kali mau menerkam Sang Guru dia terpental ke belakang.

Selanjutnya dari jarak kurang lebih 4 m Sang Guru menggerakan tangannya yang sebenarnya adalah memutarkan  tubuh Si Fulan dari jarak jauh, tanpa bersentuhan. Si Fulan berputar terpelanting jatuh, badannya agak memar-memar. Selanjutnya dia segera menyadarkan diri dari kerasukan ilmu pamacan.

Untung saja Si Fulan segera menyadarkan diri dari kerasukannya, jika saja Si Fulan membandel dari kerasukannya, apalagi jika dia sampai kehilangan kesadaran, maka ketika dia menyerang Sang Guru, hanya dengan dorongan telapak tangan dari kejauhan saja bisa muntah darah.

Rupanya kedatangan Si Fulan ingin menjajal/menguji ilmu Sang Guru, setelah dia yakin keilmuan yang dimiliki Sang Guru, akhirnya dia memutuskan menjadi muridnya.

Pada saat itu semua orang menganggap bahwa kejadian di atas merupakan fenomena gaib dan mistik, namun setelah saya melakukan penelitian-penelitian secara try and eror, terus menerus, bertahun-tahun, didapatkanlah sebuah kesimpulan bahwa fenomena di atas bukan fenomena kegaiban, & mistik, melainkan fenomena hati dan pikiran (psikologi).


Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Apakah ilmu pamacan fenomena mistik & gaib?

Si Fulan kerasukan (kesurupan) pamacan. Kesurupannya Si Fulan terjadi karena ia mengundang dan merasa ke dalam pikiran bawah sadar masuk mahluq gaib/siluman macan (yang sebenarnya ciptaannya sendiri), kemudian pikiran bawah sadar mengambil alih kesadarannya, jadilah kerasukan pamacan.

Bagi orang-orang yang mempelajari ilmu sejenis ini, kesurupan menjadi keahlian, namun mereka tidak menyadarinya bahwa kesurupan sebenarnya bukan fenomena gaib dan mistik, melainkan fenomena hati dan pikiran. (Silahkan baca "Cara Membuat Orang Lain Kesurupan")


Mengapa Si Fulan tidak bisa keluar dari garis khayalan yang dibuat Sang Guru dan setiap mau menerkam Sang Guru dia terpental ke belakang?

Pada dasarnya orang kesurupan dikuasai oleh alam bawah sadarnya (hampir sama dengan orang yang diliputi amarah) kendali terhadap hati dan pikirannya sangat rendah. Si Fulan tidak menyadari bahwa sejak awal hati dan pikirannya dipantau (dibaca). 

Sang Guru sudah mengetahui jika Si Fulan ingin menjajal ilmunya, itulah sebabnya ketika Si Fulan mulai kerasukan, Sang Guru telah mempersiapkan diri lebih awal dari pada Si Fulan.

Si Fulan tidak menyadari bahwa sejak awal telepati Sang Guru sudah memasuki hati dan pikirannya. Ketika Sang Guru menggerakan telunjuknya membuat garis khayalan di sekitar Si Fulan, sebenarnya sambil melakukan hipnotis telepati ke dalam hati & pikiran Si Fulan, dimasukkannya ke dalam pikiran Si Fulan bahwa dirinya dikelilingi garis yang berkekuatan gaib, Si Fulan tidak bisa menembusnya, bila mencoba menembusnya ia terpental. Sang Guru menanamkan pikiran-pikiran tersebut di dalam pikiran Si Fulan yang sedang kesurupan.

Si Fulan menganggap pikiran-pikiran itu berasal dari dirinya, padahal pikiran-pikiran tersebut berasal dari Sang Guru yang dikirimkan melalui hipnotis telepati. 


Mengapa Sang Guru dapat membanting Si Fulan dari jarak jauh, tanpa bersentuhan?

Telah dijelaskan bahwa seseorang yang kerasukan, akan memiliki kontrol yang rendah terhadap hati dan pikirannya. Seperti halnya Si Fulan, ketika ia sedang kerasukan, Sang Guru memasukkan ke dalam pikirannya gambaran, bahwa tangan Sang Guru memiliki energi untuk membanting dirinya dari jarak jauh. Sang Guru merasakan hati Si Fulan sedalam-dalamnya, bahwa energi tersebut masuk ke dalam diri si Fulan.

Si Fulan menganggap gambaran yang ada dalam pikirannya dan perasaan yang ada dalam hatinya berasal dari dirinya sendiri, padahal berasal dari Sang Guru. Dalam keadaan kerasukan Si Fulan tidak mampu menguasai hati dan pikirannya, akibatnya ia tidak mampu menguasai diri, akhirnya jatuh terpelanting.


Mengapa bila si Fulan membandel kerasukan pamacan, kemudian menyerang Sang Guru, hanya dengan dorongan telapak tangan saja dari kejauhan, Sang Guru bisa membuat Si Fulan muntah darah?

Semakin seseorang kerasukan pamacan, apalagi jika semakin hilang kesadarannya, maka kontrol terhadap hati dan pikirannya semakin menghilang, akan semakin mudah dikendalikan hati dan pikirannya.

Jika Si Fulan yang sangat kerasukan pamacan menyerang Sang Guru, maka Sang Guru tinggal memasuki hati & pikiran Si Fulan dengan hipnotis telepati, bahwa tergambar dalam pikiran si Fulan dari telapak tangan Sang Guru keluar energi dahsyat yang memukul tubuh Si Fulan, selanjutnya rasakan hati dan seluruh tubuh si Fulan terasa sakit dan ingin muntah darah.

Jika Si Fulan masih sangat kerasukan pamacan, maka sugesti melalui hipnotis telepati ini, akan terasa sekali, dan bisa jadi Si Fulan muntah darah, kecuali jika Si Fulan segera menyadarkan dirinya, maka biasanya sugestinya akan hilang.

Bagaimana cara anda menghadapi orang yang kerasukan pamacan? 

Dalam menghadapi orang yang kerasukan pamacan, anda tidak seahli Sang Guru, namun salah satu tips di bawah ini bisa anda lakukan untuk menaklukan ilmu pamacan.
  1. Jangan sedikitpun ada rasa takut, jika anda takut berarti anda terhipnotis oleh ilmu pamacan.
  2. Tetap tenang
  3. Kuasai Hipnotis Telepati (versi Dahlan Guru)
  4. Ketika melihat seseorang yang kerasukan pamacan, berarti memasuki pikirannya. Suarakan dalam pikirannya "Saya takut kepada anda". Gambarkan dalam pikirannya dia akan terpental, atau terkulai lemas jika menyerang anda. Rasakan sedalam-dalamnya hati dan tubuhnya terkulai lemas, atau ingin lari ketakutan.
  5. Dalam pikiran orang yang kerasukan pamacan akan berbunyi "Saya takut kepada anda". Dalam pikirannya tergambar pula, bahwa dirinya akan terpental atau terkulai lemas jika menyerang anda, tubuhnya terasa lemas, & hatinya ketakutan.                                               
  6. Orang yang kerasukan pamacan menganggap semua yang ada dalam hati dan pikirannya berasal dari dirinya sendiri, dia tidak akan tahu bahwa apa yang ada dalam hati dan pikirannya berasal dari anda.
  7. Orang yang kerasukan pamacan akan terkulai lemas, atau lari ketakutan, karena orang yang sedang kerasukan tidak akan bisa menguasai hati dan pikirannya, akhirnya tidak akan bisa menguasai diri.
  8. Jangan lupa selalu memohon perlindungan dari Allah SWT.