PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll., yang menarik dari istilah-istilah tersebut kita mengenalnya sebagai sesuatu yang mustahil, gaib, bukan bagian dari ilmu pengetahuan.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

  • Selasa, 21 November 2017

    Bermain-main dengan Hati



    Sahabat…artikel yang akan saya bahas kali ini tidak lagi membahas soal pikiran (bisikan pikiran dan gambar pikiran), melainkan tentang hati. Hati yang dimaksud bukan hati secara fisik (organ hati), namun hati yang saya identikan dengan perasaan.

    Sahabat…Kita semua mempunyai hati, hati memiliki kekuatan yang luar biasa, selama ini kita tidak menyadarinya. 

    Saat ini saya sadarkan kembali sahabat, bahwa hati (perasaan) manusia tersambung. Seperti juga pikiran, hati tidak bisa dibatasi oleh batas fisik (misalnya dinding, bukit, gunung, dll), maupun jarak yang jauh. 

    Di manakah letak dari kekuatan hati?

    Saya pernah menjelaskan, bahwa hati dapat dikendalikan oleh gambar dan bisikan dalam pikiran, juga saya pernah menjalaskan bahwa tidak semua bahasa hati dapat diuraikan dengan kata-kata.

    Sahabat…saat ini saya mengajak sahabat untuk berlatih merasakan hati (perasaan) kasih sayang (cinta)  dalam bentuk getaran.

    Kasih sayang ada yang diwujudkan secara kasat mata (kelihatan oleh mata) atau dapat dijangkau panca indera.  Sebagai contoh, ketika orang tua mencintai anaknya, maka kita semua bisa melihat, mendengar kasih sayang orang tua itu terhadap anaknya, dengan cara memberi, menggendong, memeluk, mendidik.dll.

    Sesungguhnya cinta lebih luas dari itu semua, cinta bisa kita berikan kepada seluruh umat manusia, meskipun terhalang tembok atau lokasi yang sangat jauh, bahkan manusia diberi kemampuan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menumbuhkan rasa cinta pada manusia lainnya, namun selama ini kita belum menyadarinya.

    Melatih Perasaan Kasih Sayang (Cinta).

    Misalnya sahabat berjauhan dengan orang tua.

    1. Dalam setiap keheningan malam.
    2. Kosongkan pikiran, sadarilah, rasakan sedalam-dalamnya  bahwa hati sahabat tersambung dengan hati orang tua!
    3. Setelah merasakan tersambung, sadarilah, rasakan sedalam-dalamnya getaran-getaran kasih sayang dari orang tua sahabat!
    4.  Latihlah terus hingga mahir merasakan getaran-getaran kasih sayang!

    Latihan di atas sepertinya sangat sepela, padahal jika sahabat telah mahir merasakan getaran-getaran kasih sayang (cinta), manfaatnya besar sekali. 

    Kasih sayang (cinta) bisa kita berikan kepada seluruh umat manusia, meskipun terhalang tembok atau lokasi yang sangat jauh.

    1. Misalnya sahabat memiliki beberapa teman di luar negeri, misalnya Si A, Si B, dan Si C
    2. Sadari, rasakan sedalam-dalamnya hati sahabat terhubung  dengan mereka!
    3. Sadari, rasakan sedalam-dalamnya hati dan perasaan sahabat menyatu dengan hati (perasaan)mereka!
    4. Sadari dan rasakan sedalam-dalamnya  getaran kasih sayang (cinta) sahabat memasuki hati dan perasan mereka, lakukan secara intensif dan terus menerus!
    5. Si A, Si B, dan Si C akan merasakan getaran cinta sahabat, dan mereka pun akan baik terhadap sahabat.

    Manusia diberi kemampuan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menumbuhkan rasa cinta pada manusia lainnya, namun selama ini kita belum menyadarinya.
     Misalnya Si X, Y, dan Z sangat membenci si U, maka sahabat dapat membantu si U dengan cara menggunakan hati (perasaan) caranya:
    1. Sadari dan rasakan sedalam-dalamnya (hati) perasaan sahabat tersambung/menyatu dengan hati (perasaan) Si X, Y, dan Z.
    2. Sadari dan rasakan sedalam-dalamnya hati (perasan ) si X, Y, dan Z  mengasihi dan menyayangi  si U,  lakukan secara intensif dan terus menerus!
    3. Maka perasaan si X, Y, dan Z  akan berubah, asalnya membenci Si U,  hati dan perasaan mereka jadi mengasihi  dan menyayangi  si U.
    Sahabat sekalian…itulah cara kerja hati (perasaan manusia).
    Teori di atas, silahkan sahabat buktikan sendiri kebenarannya!

    Jumat, 17 November 2017

    Dongeng tentang Kampung

    Sahabat setia pecinta ilmu telepati yang budiman....
    Dikisahkan di suatu wilayah terdapat 6 kampung, sebut saja Kampung A, B, C, D, E, dan F. Kampung A secara geografis dikelilingi oleh Kampung B, C, D, E, dan F. Jadi, Kampung A berbatasan dengan ke lima kampung tersebut.

    Tiap kampung dipimpin oleh seorang Ketua Kampung. Masing-masing Ketua Kampung sangat berpengaruh terhadap warga kampungnya masing-masing. 

    Ketua Kampung A Setiap mengingat Ketua Kampung B, C, D, E, dan F dibisikkan kepada pikiran mereka "Ketua Kampung A orang yang baik, warga Kampung A warganya baik-baik".

    Dalam pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F berbunyi "Ketua Kampung A orang yang baik, warga Kampung A warganya baik-baik". Jadilah mereka sangat menghargai Ketua Kampung A, dan warga Kampung A, tidak ada kebencian dalam pikiran mereka.

    Ketua Kampung A intensif membaca pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F. Setiap muncul pikiran buruk pada pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan E. 

    Ketua Kampung A segera mengubah pikiran buruk mereka dengan pikiran yang baik, dilakukan secara intensif. 

    Jadilah Kampung A, B, C, D, E, dan F warganya hidup rukun, saling menghargai, konflik diselesaikan dengan cara damai, terhindar dari kekerasan.

    Dari dongeng di atas dapat disimpulkan bahwa, Ketua Kampung A:
    1. Selalu memantau pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F.
    2. Mengendalikan pikiran Ketua Kampung B, C, D, E, dan F. agar mereka berpikiran baik terhadap Ketua Kampung A, dan warganya.
    3. Meluruskan pikiran buruk Ketua Kampung B, C, D, E, dan F. untuk menjadi baik (positif) secara intensif dan kontinyu.
    4. Menggunakan telepati untuk penyelesaian konflik secara damai.
    5. Menggunakan telepati untuk menghindari kekerasan.
    6. Menggunakan telepati untuk menyelamatkan nyawa (menghindari adanya korban dan kerugian).
    Sahabat sekalian...dongeng di atas bercerita tentang Kampung A, B, C, D, E, dan F, yang menjadi pertanyaan saya, Bisakah hal yang sama dilakukan terhadap Negara A, B, C, D, E dan F? Silahkan sahabat analisa sendiri dan jawab sendiri!

    Semoga bermanfaat!

    Kamis, 16 November 2017

    Pikiran dapat Melindungi Diri



    Sahabat setia pecinta ilmu telepati…Bagaimanakah pikiran dapat melindungi diri?
    Selama ini kita tidak pernah menyadari bahwa pikiran dapat melindungi diri. Cara melindungi diri dengan pikiran bersifat:
    1. Pencegahan.
    2. Bisa dilakukan kapan saja, dan dimana saja.
    3. Tak dapat dibatasi benda fisik.

    Kita dapat melindungi diri dengan pikiran, namun demikian pengamanan secara fisik tetap sangat penting.

    Sahabat sekalian…dalam teori kejahatan, kejahatan terjadi karena adanya Niat (N), dan Kesempatan (K). Niat  itu adanya di wilayah pikiran (bisikan pikiran, dan gambar pikiran ). Jadi melindungi diri dengan pikiran, caranya sangat mudah, yaitu setiap ingat kepada orang lain, atau melihat orang lain, bisikanlah kepada pikirannya untuk berniat baik kepada diri kita (diri sahabat).

    Semakin mahir membisikan niat baik kepada setiap orang, sama artinya semakin mahir sahabat melindungi diri.

    Semakin banyak orang yang sahabat ingat, kemudian  membisikan kepada pikirannya untuk “ niat baik” maka sahabat akan semakin aman.

    Semakin banyak orang yang sahabat ingat, kemudian membisikan kepada pikirannya untuk "niat baik", maka akan semakin banyak orang ingin melakukan kebaikan kepada sahabat.

    Sahabat…saya sarankan sebaiknya sahabat melakukan percobaan terus menerus membisikan kepada pikiran orang lain “niat baik” dengan penuh kesadaran! Hingga sahabat menemukan kebenaran dari teori yang saya jelaskan.

    Semoga bermanfaat!

    Rabu, 08 November 2017

    Memahami Rasa Takut



    Sahabat pecinta ilmu-ilmu kekuatan pikiran yang sangat saya hormati, terima kasih atas kesetiaan sahabat yang selalu menantikan tulisan-tulisan saya!

    Sahabat...kali ini yang akan saya bahas adalah “Takut”. Sahabat sekalian, takut ada yang membawa kebaikan dalam kehidupan manusia, misalnya takut terhadap adzab Tuhan, akan membuat orang menjauhi larangan Tuhan. Takut dihukum/dipenjara membuat orang tidak melanggar hukum. Takut tidak naik kelas, membuat seorang siswa rajin belajar. Takut yang akan saya jelaskan, adalah takut dalam bentuk lain.

    Sahabat sekalian saya telah menjelaskan bahwa suasana hati dapat dikendalikan oleh gambar, atau bisikan yang muncul dalam pikiran.

    Suasana hati "takut" pun, biasanya disebabkan gambar atau bisikan yang muncul dalam pikiran.

    Sahabat sekalian, siapakah  yang membuat sahabat merasa takut? Misalnya sahabat takut kepada si A.
    Gambaran apakah yang muncul dalam pikiran tentang si A? Silahkan sahabat renungkan dengan disadari!

    Bisa saja sahabat merasa takut oleh Si A, karena dalam pikiran sahabat muncul gambaran Si A yang sangat jahat, sadis, kejam, dan lain-lain.

    Perasaan takut terkadang tidak rasional, karena bisa saja sahabat takut oleh Si A, yang ada dalam pikiran, yang secara fisik tidak ada di depan sahabat, tidak kenal dengan sahabat, berjauhan dengan sahabat, juga belum tentu Si A jahat, sadis, dan kejam.

    Sahabat sekalian… sesungguhnya rasa takut terhadap Si A tidak akan mengubah keadaan, tidak mengubah diri sahabat sendiri, juga tidak mengubah Si A.

    Seandainya Si A adalah orang yang jahat, sadis dan kejam, maka saya sadarkan sahabat, bahwa pikiran sahabat dapat menjangkau Si A, meskipun lokasi yang sangat jauh (berbeda kota, negara, dan benua) atau karena hal lainnya.

    Ke dalam pikiran Si A, sahabat dapat membisikan kalimat-kalimat, dan gambar-gambar yang baik ke dalam pikiran Si A dengan cara telepati (secara kontinyu dan sabar), agar pikiran Si A menjadi baik, perilaku Si A menjadi baik (positif).

    Pikiran seluruh manusia tersambung, tergantung kepada siapa kita mengarahkannya.

    DG47

    Rabu, 01 November 2017

    Memahami Pikiran 11



    Sahabat setia pecinta ilmu telepati yang budiman…
    Jika kita membisikan kata-kata dan gambar pikiran yang baik kepada seseorang  secara telepati, maka lambat laun orang tersebut pikirannya akan baik, perilakunya akan baik.

    Membisikan kata-kata dan gambar pikiran yang baik kepada seseorang, sama artinya dengan berpikiran baik/positif kepada orang tersebut, dengan penuh kesadaran.

    Berpikiran baik kepada seseorang dengan penuh kesadaran  sama artinya dengan menyeting pikiran orang tersebut untuk menjadi baik, agar perilakunya baik terhadap orang lain atau terhadap diri kita, sebaliknya, berpikiran buruk kepada seseorang sama artinya dengan menyeting pikiran seseorang menjadi buruk, perilakunya menjadi buruk, kepada orang lain atau kepada diri kita.

    Sesungguhnya jika kita berpikiran baik kepada seseorang dengan penuh kesadaran, maka akan mendatangkan kebaikan kepada kita sendiri, sebaliknya jika kita berpikiran buruk kepada seseorang, maka akan mendatangkan keburukan bagi kita sendiri.

    Agama, moral, dan budi pekerti mengajarkan agar kita berpikiran baik kepada orang lain sesungguhnya agar mendatangkan kebaikan bagi kita sendiri.

    Dilihat dari cara kerja pikiran, maka bisa disimpulkan, bahwa  salah satu yang menentukan orang lain baik kepada kita adalah pikiran kita, yang menyebabkan orang lain buruk kepada kita adalah pikiran kita.

    Sahabat …yuk kita bersimulasi!
    Setiap orang memiliki tujuan hidup yang beraneka ragam, setiap orang ingin tujuan hidupnya tercapai.

    Si A memiliki tujuan hidup, untuk mencapai tujuan hidup tersebut Si A harus melewati
    Si B, C, D, E, dan  F.
    Si A berpikiran baik (menyeting pikiran yang baik) terhadap si B, C, D,  E, dan  F.

    Si S memiliki tujuan hidup, untuk mencapai tujuan hidup tersebut Si S harus melewati
    Si T, U,  V, W, dan X.
    Si S selalu berpikiran buruk terhadap Si T, U, V, W, dan X.

    Dari kasus Si B dan Si S di atas, menurut sahabat, siapakah yang akan  mudah mencapai tujuan?

    Pasti jawaban sahabat adalah Si A.
    Si A berpikiran baik terhadap Si B, C, D, E, dan F, artinya si A sedang menyeting pikiran Si B, C, D, E, dan F  untuk baik terhadap dirinya.

    Si S berpikiran buruk terhadap Si T, U, V, W, dan X, artinya Si S sedang menyetel pikiran Si T, U, V, W, dan X buruk terhadap dirinya. Maka Si T, U, V, W, dan X akan menjadi hambatan untuk si S dalam mencapai tujuannya.

    Dengan demikian pikiran sangat menetukan keberhasilan hidup seseorang.

    Sahabat, tulisan di atas hanyalah sebuah simulasi, adapun kebenarannya silahkan sahabat membuktikannya sendiri!

    Jumat, 27 Oktober 2017

    Memahami Pikiran 10



    Sahabat, apa kabar? Semoga sahabat selalu dalam keadaan sehat wal afiat, sehat lahir, dan bathin!

    Sahabat…setiap perilaku manusia berakar dari bisikan/gambar dalam pikiran, namun kita tidak menyadarinya karena bisikan pikiran bergerak terus (dinamis), begitu pula gerak/perilaku manusia bergerak terus (dinamis). Sahabat, marilah kita melakukan percobaan!

    • Letakan sebuah benda di atas meja, jaraknya kira-kira 1 meter dari sahabat.
    • Bisikan dalam pikiran “Aku tak dapat mengambil benda itu”.
    • Ambillah benda itu!
    • Ternyata sahabat dapat mengambil benda itu.

    Sahabat tidak menyadarinya, sesungguhnya dalam pikiran sahabat ada dua bisikan pikiran,
    "Aku tak dapat mengambil benda itu", setelah itu bisikan pikiran/gambar dalam pikiran sahabat bergerak " Aku dapat mengambil benda itu", Maka jadilah benda itu dapat diambil. Hal tersebut tidak disadari, dan prosesnya berlangsung dalam hitungan detik.

    Sahabat sekalian, saya mengajak sahabat untuk menyadari bisikan pikiran sesadar-sadarnya! Kosongkan pikiran! Bisikanlah dalam pikiran hanya satu bisikan “Aku tidak dapat mengambil benda itu” pertahankanlah bisikan dalam pikiran tersebut. Kerahkan dengan seluruh tenaga untuk mengambil benda di atas meja dengan bisikan pikiran “aku tak dapat mengambil benda itu”.

    Sahabat tidak akan dapat mengambil benda tsb.,  meski seluruh tenaga dikerahkan jika bisikan dalam pikiran hanya satu “Aku tak dapat mengambil benda itu”.

    Percobaan di atas untuk membuktikan bahwa bisikan pikiran mempengaruhi gerak/perilaku manusia.

    Bila dalam pikiran seseorang selalu muncul bisikan pikiran yang baik, maka lama-kelamaan perilakunya akan menjadi baik. Bila dalam pikiran seseorang selalu muncul bisikan pikiran yang buruk, maka lama-kelamaan perilakunya akan menjadi buruk.

    Secara telepati

    Bila kita berpikir bahwa Si A selalu berbuat buruk kepada kita, maka lama-kelamaan Si A perilakunya akan buruk terhadap kita.

    Bila kita berpikir Si A selalu baik kepada kita, maka lama-kelamaan Si A perilakunya akan baik terhadap kita.

    Pertanyaaan.
    Mengapa saya melakukan telepati kepada si B, membisikan kalimat-kalimat kebaikan kepada pikiran Si B, namun si B tidak juga berubah menjadi baik?

    Jawaban
    Karena bisikan dalam pikiran si B bergerak terus (dinamis), telepati yang kita lakukan agar bisikan kalimat-kalimat kebaikan bertahan dalam pikiran si B.

    Dari sudut pandang ilmu telepati, maka kita dapat mengubah perilaku seseorang menjadi baik, namun seberapa sabar, dan bertahan kita melakukan telepati kalimat-kalimat kebaikan kepada orang yang bersangkutan.

    Semoga bermanfaat.