PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran & Kekuatan Hati: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll., yang menarik dari istilah-istilah tersebut kita mengenalnya sebagai sesuatu yang mustahil, gaib, dan bukan bagian dari ilmu pengetahuan.

    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum digali, dan belum banyak dimanfaatkan.

    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, kekuatan hati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar, dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil kegiatan hati, dan pikiran, dan OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).

    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu Kekuatan Pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.

    Agar pemahamannya tidak sepenggal-sepenggal, sebaiknya dibaca secara keseluruhan, dari artikel pertama sampai yang terupdate.

    Apakah Alam Bawah Sadar Bagian dari Ilmu Pengetahuan?

  • Kamis, 24 Mei 2018

    Berani & Takut


    Pernahkah sahabat mengalami ketakutan? Coba mulai sekarang disadari, jika sahabat ketakutan, bisikan dan gambar apakah yang muncul dalam pikiran?

    Jika sahabat berani akan sesuatu, coba sahabat sadari, ada  bisikan dan gambar apakah yang muncul dalam pikiran?

    Sahabat… saya beri contoh!
    Jika sahabat takut ular? Apakah yang sahabat pikirkan? Pasti muncul gambar & bisikan pikiran ular berbisa, jika mendekat ular menggigit, lalu sahabat luka atau mati.

    Pada dasarnya suasana hati takut terhadap ular relatif sama, baik saat berdekatan, maupun saat berjauhan. Perbedaannya saat dekat, reaksi takut sahabat akan disertai reaksi secara fisik.

    Penyebab rasa takut adalah reaksi pikiran (bisikan dan gambar pikiran) terhadap rangsangan (ular).

    Bagaimanakah dengan orang-orang tertentu yang berani menghadapi ular?

    Untuk orang-orang tertentu yang berani menghadapi ular, karena reaksi pikirannya (berbisik dan tergambar dalam pikirannya) dia sanggup menanganinya, dan menangkapnya. (mungkin orang yang bersangkutan terlatih menghadapi ular).

    Suasana hati takut dan berani berakar dari bisikan dan gambar pikiran ketika ada rangsangan.

    Dapat disimpulkan bahwa reaksi pikiran (bisikan dan gambar pikiran) seseorang berbeda ketika menghadapi rangsangan yang sama.

    Poinnya, saya ingin menjelaskan bahwa untuk menumbuhkan keberanian pada diri seseorang maka gerak tubuhnya harus berakar dari bisikan dan gambar pikiran yang disadari.

    Berbisik dalam pikirannya “Saya Berani”
    Tergambar dalam pikirannya “perilaku-perilaku yang berani”
    Itulah keberanian yang sesungguhnya.

    DG47

    Rabu, 16 Mei 2018

    Bahagia Milik Kita Semua


    Sahabat bagaimanakah perasaan (suasana hati) sahabat saat orang yang dicintai sukses? Tentu perasaan sahabat bahagia.

    Bagaimanakah perasaan sahabat saat orang yang dicintai mendapat musibah? Tentu perasaan sahabat sedih.

    Jika kejadian di atas adalah kejadian masa lalu, bagaimana kalo saat ini sahabat mengingat, muncul dalam pikiran, orang yang sahabat cintai sukses? Tentu perasaan sahabat bahagia.

    Bagaimana kalau saat ini sahabat mengingat, muncul dalam pikiran gambaran orang yang sahabat cintai mendapat musibah? Tentu perasaan sahabat sedih.

    Dapat disimpulkan bahwa bahagia dan sedih berakar dari bisikan dan gambar pikiran, oleh karenanya bahagia dan sedih sangat universal bisa dimiliki oleh semua orang.

    Bahagia sangat tergantung dari cara pikiran (bisikan & gambar pikiran) merespon rangsangan (kejadian-kejadian yang dialaminya).

    Sahabat jika kebahagiaan itu berakar dari bisikan dan gambar pikiran yang muncul, berarti kebahagan sebenarnya bisa ditularkan kepada manusia lainnya?!

    Tentu saja bisa, ketika seseorang larut dalam kesedihan, terobsesi dengan kenangan pahit masa lalunya, maka sahabat dapat mengirimkan secara telepati gambar dan bisikan yang baik-baik ke dalam pikirannya, untuk mengurangi beban psikologisnya.

    DG47

    Jumat, 11 Mei 2018

    Menularkan Kekuatan Hati dan Pikiran


    Sahabat, kekuatan hati dan pikiran dapat ditularkan kepada sebanyak-banyaknya orang. Prinsipnya menyeting hati dan pikiran orang-orang yang dimaksud, tentu dengan tujuan yang positif.

    Jika diibaratkan, pikiran orang seperti rekening di bank, tiba-tiba rekening berisi uang karena ada orang yang transfer uang, tanpa diketahui identitas pengirimnya.

    Tiba-tiba seseorang memiliki kemampuan kekuatan hati dan pikiran, karena sebenarnya ditransfer dari jarak jauh, namun dirinya tidak menyadari dan tidak mengetahui identitas pengirimnya.

    Saat ini saya jelaskan, jika sahabat ingin mentransfer kekuatan hati dan pikiran, untuk sementara satu kemampuan saja, yaitu meluluhkan hati orang lain, caranya:

    1. Pikiran sahabat fokus mengingat Si A!
    2. Artinya pikiran sahabat terhubung dengan Si A!
    3. Gambarkan ke dalam pikirannya “hatinya terhubung (ibaratnya ada kabel) dengan hati banyak orang”!
    4. Gambarkan dalam pikirannya “hati banyak orang luluh/suka kepada dirinya/tidak memusuhinya”!
    5. Rasakan hati Si A sedalam-dalamnya tersambung dengan hati banyak orang.
    6. Rasakan hati Si A sedalam-dalamnya dapat meluluhkan hati banyak orang.

    Lakukan dengan sabar, intensif, dan kontinyu. Lama-lama Si A dapat memiliki kemampuan meluluhkan hati orang lain. Sahabat dapat menularkan kemampuan ini kepada sebanyak-banyaknya orang, meskipun orang-orang tersebut tidak tahu bahwa kemampuannya berasal dari sahabat yang ditransfer dari jarak jauh.

    DG47

    Kamis, 10 Mei 2018

    Belajar Melindungi Diri


    Sahabat sekalian, pernahkan orang-orang yang sangat sahabat cintai (sebut saja Si A) mengeluh, karena dirinya dibenci orang tertentu (sebut saja Si B) sahabat mengkhawatirkannya.

    Salah satu cara yang bisa dilakukan sahabat adalah menggunakan kekuatan hati & pikiran dengan menyeting hati dan pikiran Si A dan Si B tanpa kata-kata.

    Menyeting pikiran Si B
    Ketika sahabat mengingat Si B berarti memasuki pikiran Si B. Bisikkan dalam pikirannya “Saya baik terhadap Si A”!
    Gambarkan dalam pikiran Si B “dirinya berbuat baik terhadap Si A”!

    Menyeting hati Si B
    Ketika sahabat merasakan hati Si B berarti menyatu dengan hati Si B. Rasakan hati Si B “luluh dan ingin berbuat baik terhadap Si A“!

    Menyeting pikiran Si A
    Ketika sahabat mengingat Si A berarti memasuki pikiran Si A.
    Gambarkan dalam pikirannya, bahwa pikirannya terhubung dengan pikiran Si B (seperti ada kabel)!
    Gambarkan dalam pikirannya, dirinya membisikan dalam pikiran Si B “Saya  baik terhadap Si A”!
    Gambarkan dalam pikirannya, dirinya menggambarkan dalam pikiran Si B “Si B sedang berbuat baik terhadap Si A”!
    Gambarkan dalam pikirannya, hati Si A  tersambung dengan hati Si B (seolah ada kabel), dan hati Si B luluh terhadap dirinya!
    Gambaran di atas seolah film dalam pikiran Si A.

    Menyeting hati Si A
    Rasakan hati Si A tersambung dengan Si B, dan hati Si B luluh ingin berbuat baik terhadap si A!

    Lakukan dengan sabar, intensif, dan kontinyu!

    Sahabat, saya berharap sahabat faham tentang cara menyeting hati dan pikiran Si A, cara tersebut merupakan tahap awal melatih kemampuan Si A untuk dapat mengendalikan hati dan pikiran orang lain. Dalam hal ini Si A sedang latihan mengendalikan hati dan pikiran Si B untuk berbuat baik terhadap dirinya/tidak memusuhi dirinya.
     
    Ada orang-orang tanpa belajar ilmu-ilmu kekuatan hati dan pikiran, namun beberapa hari, bulan, atau tahun kemudian jadi menguasai ilmu tersebut. Hal itu bisa terjadi karena orang tersebut hati dan pikirannya dilatih dari jarak jauh, seperti yang dilakukan terhadap Si A.

    DG47

    Selasa, 08 Mei 2018

    Film dalam Pikiran


    Suatu hari sahabat nonton film drama bersama teman-teman, Silahkan sahabat amati perilaku, bahasa tubuh, dan ekpresi dari teman-teman saat menonton tiap adegan film.

    Dalam rentang waktu I jam, 2 jam, atau 3 jam biasanya dalam cerita film terdapat penggalan-penggalan film yang memuat konflik, kecewa, takut, semangat, bahagia, rukun, damai, dll.

    Bagaimanakah ekspresi, bahasa tubuh, dan perilaku penonton saat bagian film: kecewa, takut, semangat, bahagia, rukun, damai, dll.

    Sahabat, bagian-bagian manakah dari film yang menimbulkan reaksi positif terhadap perilaku, bahasa tubuh, dan ekspresi penonton?

    Sahabat, bagian-bagian manakah dari film yang menimbulkan reaksi negatif terhadap perilaku, bahasa tubuh, dan ekspresi penonton?

    Dalam film semua bagian-bagian tersebut penting agar cerita menjadi utuh.

    Sahabat, sebenarnya setiap saat kita menonton film yang terdapat dalam gambar pikiran kita. Biasanya film tentang penggalan pengalaman-pengalaman hidup yang dialami.

    Berbagai reaksi para penonton film drama yang dijelaskan di atas  adalah gambaran diri kita dalam hidup.

    Gambar dan bisikan pikiran berpengaruh terhadap perilaku, bisikan dan gambar pikiran yang positif (rukun, bahagia, berani, bangga, damai, semangat dll.), harus dimunculkan dalam pikiran karena menambah gairah hidup, menjadi energi positif dalam hidup.

    Bisikan dan gambar pikiran negatif (konflik, kecewa, takut, nestapa, khawatir, jengkel, menyerah dll.), jangan dimunculkan dalam pikiran (hapus), karena membebani hidup dan dapat mengurangi energi positif kita dalam perilaku, bahasa tubuh, dan ekspresi.

    Bahagia itu bersumber dari bisikan dan gambar pikiran, maka pengalaman masa lalu yang negatif (mengandung konflik, kecewa, takut, nestapa, khawatir, jengkel, menyerah dll.) jangan dimunculkan dalam pikiran, agar kita dapat menikmati hidup.


    DG47