PENGANTAR


  • Sahabat, dalam blog ini akan menemukan istilah-istilah Kekuatan Pikiran: telepati, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll., yang menarik dari istilah-istilah tersebut kita mengenalnya sebagai sesuatu yang mustahil, gaib, pseudosains atau bukan bagian dari sains dan ilmu pengetahuan.




    Di blog ini saya akrabkan sahabat dengan istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya, dengan maksud mengajak sahabat untuk menjelajahi alam pikiran manusia yang selama ini belum dieksplorasi dan belum banyak dimanfaatkan.




    Pemahaman sahabat tentang dalam dan luasnya alam pikiran manusia dengan harapan sahabat bisa menemukan bahwa telepati, kekuatan pikiran, membaca pikiran, membaca hati, indera keenam, bathin, hubungan bathin, kontak bathin, alam bawah sadar dll., adalah istilah-istilah yang ILMIAH (dapat dibuktikan menggunakan metode ilmiah), TERUKUR (yang dapat diukur adalah perilaku hasil aktifitas hati dan pikiran, DAN OBJEKTIF (dapat dipelajari oleh siapa pun yang berminat).




    Dari blog ini juga, saya berharap sahabat menemukan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi dari ilmu-ilmu kekuatan pikiran, yang pembuktiannya bisa dilakukan oleh sahabat sendiri.



  • Senin, 24 Juli 2017

    Memahami Pikiran 9



    Sahabat setia pembaca blog “dahlan guru”, pecinta ilmu-ilmu kekuatan pikiran, semoga sahabat selalu dalam keadaan sehat wal afiat, dan selalu mendapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Sahabat, selama ini kita tidak pernah menyadari bahwa hati dan pikiran antar manusia tersambung, baik ketika berdekatan, maupun ketika berjauhan, berbeda negara atau pun berbeda benua.

    Sahabat sekalian, tersambungnya pikiran manusia melebihi kecepatan suara, kecepatan cahaya, kecepatannya hampir sama dengan gelombang radio dan HP yang kita dengarkan, televisi yang kita tonton. Kita tidak pernah menyadari kekuatan yang kita miliki, yang terletak pada pikiran kita sendiri.

    Sahabat ...saat ini saya menyadarkan sahabat, bahwa kekuatan tersambungnya pikiran kita melebihi kecepatan cahaya, kecepatan suara, kecepatannya hampir sama dengan gelombang radio dan HP yang kita dengarkan, televisi yang kita tonton. Bagaimana kita membuktikan teori tersebut?

    Sahabat sekalian, bagian dari pikiran manusia yang tersambung adalah bagian pikiran yang selama ini sering tidak kita sadari, yaitu bisikan pikiran dan gambar pikiran (alam bawah sadar versi Dahlan Guru). Bisikan dan gambar pikiran ini dapat tersambung ke seluruh umat manusia, tergantung kepada siapa sahabat menghubungkan pikiran.

    Agar sahabat menemukan kebenaran dari teori di atas, silahkan lakukan percobaan di bawah ini!

    Misalnya sahabat memiliki dua orang teman Si A dan Si B.

    Si A dan Si B tinggal di Benua Amerika (benua terjauh dari Indonesia)

    Si A dan Si B berteman, hidup berdekatan.

    Si B sangat membenci sahabat.

    Si A ditugaskan oleh sahabat untuk mengamati Si B secara intensif.

    Silahkan sahabat lakukan! Setiap mengingat SI B, maka pikiran sahabat terhubung dengan pikiran Si B, saat terhubung tersebut, bisikan hal-hal yang baik tentang sahabat ke dalam pikiran Si B “sahabat orang yang baik, sahabat orang yang ramah, sahabat orang yang murah hati dll”.

    Saat terhubung dengan Si B, gambarkan ke dalam pikiran Si B “sahabat berjabat tangan dengannya, menyapa si B dengan sopan, berkelakuan baik, dermawan dan lain-lain”. Sebaiknya sahabat melakukannya kontinyu, setiap mengingat si B.

    Hasilnya dari percobaan di atas, silahkan sahabat tanyakan kepada Si A!
    Jika Si A melakukan pengamatan secara kontinyu terhadap perilaku, bahasa tubuh, dan cara berpikir Si B, maka akan didapatkan kesimpulan bahwa, Si B yang awalnya membenci sahabat berubah, cara pandang terhadap sahabat berubah, karena bisikan dan gambar pikiran tentang sahabat berubah, awalnya negatif menjadi positif.  Bisikan pikiran dan gambar pikiran yang ada dalam pikiran sahabat,  akan muncul di pikiran Si B. Hasil dari telepati sahabat kepada si B.

    Jika sahabat masih meragukan percobaan di atas, maka silahkan sahabat melakukannya sendiri, jika sahabat sabar melakukannya, maka sahabat akan menemukan pembuktian bahwa.Telepati bekerja kepada siapapun, meskipun orang yang dituju berada di belahan dunia lain, letaknya sangat jauh.

    Jumat, 05 Mei 2017

    Bathin

    Sahabat….
    Apa kabar?
    Kembali bertemu dengan tulisan saya yang merupakan artikel sederhana.
    Seperti biasa, sebelum pembahasan dimulai, saya berdoa untuk sahabat semua, semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat.

    Sahabat… tema yang akan saya bahas adalah “Bathin”

    Sahabat sekalian …kita akrab sekali dengan istilah bathin, hubungan bathin. Bagi kita istilah bathin sudah tidak asing lagi, namun bila saya bertanya, apakah bathin itu? apakah sahabat bisa menjawab?

    Kata “bathin” yang sering kita ucapkan itu abstrak, tidak nyata, sulit didefinisikan. Ada baiknya mulai saat ini, sahabat memahami istilah bathin lebih khusus, agar sahabat menemukan manfaat bathin untuk kehidupan sehari-hari.

    Yang dimaksud dengan bathin adalah…
    1. Gambar dalam pikiran
    2. Bisikan dalam pikiran
    3. Hati (suasana hati)
    Selama ini kita tidak menyadari ketiga hal di atas, artinya kita tidak menyadari suasana bathin kita sendiri.

    Sahabat, mari kita merenung!
    1. Gambaran apakah dalam pikiran sahabat? Gambaran pikiran yang baik atau yang buruk.
    2. Bisikan pikiran apakah yang ada dalam pikiran sahabat? Bisikan pikiran yang baik atau yang buruk.
    3. Bagaimanakah suasana hati sahabat? Suasan hati yang baik atau yang buruk.

    Bila jawabannya baik, berarti suasana bathin sahabat dalam keadaan baik.
    Bila jawabannya buruk, berarti suasana bathin sahabat dalam keadaan buruk.

    Hubungan Bathin
    Hubungan bathin terjadi saat…
    1. Gambar pikiran kita tentang orang lain
    2. Bisikan pikiran kita mengarah kepada orang lain
    3. Suasana hati kita tentang suasana hati orang lain
    Dalam prakteknya ketiga hal di atas terjadi bersamaan dan sering kali tidak disadari.

    Sahabat ....
    Ada bisikan apa dalam pikiran, tentang orang lain? Baik atau buruk?
    Ada gambar pikiran apa yang muncul tentang orang lain? Baik atau buruk?
    Ada Suasana hati apa yang dirasakan tentang orang lain? Baik atau buruk?

    Jika jawaban dari pertanyaan –pertanyaan di atas adalah baik, maka hubungan bathin sahabat dengan orang lain dalam keadaan baik.

    Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas buruk, maka hubungan bathin sahabat dengan orang lain dalam keadaan buruk, karena bisikan, gambar pikiran dan suasan hati tersambung dengan orang lain.

    Sahabat sekalian…apakah hubungan bathin berpengaruh kepada orang lain?

    Silahkan sahabat melakukan eksperimen-eksperimen di bawah ini dengan sabar!

    Bisikan dalam pikiran orang lain dengan intensif dan kontinyu!
    “Kamu buruk “ (amati bahasa tubuhnya, lama-kelamaan pasti tidak menyenangkan)
    “Kamu baik” (amati bahasa tubuhnya, lama-kelamaan pasti menyenangkan)

    Gambarkan dalam pikiran orang lain dengan intensif dan kontinyu!
    “dirinya orang yang ramah” pasti bahasa tubuhnya lama-kelamaan akan ramah.
    “dirinya tegas” pasti bahasa tubuhnya lama-kelamaan menunjukan sikap tegas.

    Rasakan suasana hati orang lain dengan intensif dan kontinyu!
    Menyayangi si A, (amati bahasa tubuhnya, maka dia lama-kelamaan akan menyayangi si A)
    Membenci si A, (amati bahasa tubuhnya, maka lama-kelamaan dia akan membenci si A)

    Dari eksperimen di atas kita dapat menyimpulkan bahwa hubungan bathin dengan orang lain akan berpengaruh terhadap, hati, pikiran, jasmani, dan perilaku orang lain. Ternyata hubungan bathin yang baik dengan orang lain cenderung akan membuat orang lain lama-kelamaan menjadi baik.

    Sahabat….jika hubungan bathin sangat berpengaruh kepada hati, pikiran, jasmani dan perilaku orang lain, maka dengan siapakah sahabat saat ini menjalin hungan bathin?

    Hubungan bathin terjalin dengan orang-orang yang sering muncul dalam pikiran, bisa orang-orang terdekat kita, dan orang-orang yang jauh dari kita.

    Sahabat sekalian, mari kita renungkan!
    Mengapa jika kita beribadah, bathin kita terasa nyaman?
    Mengapa jika kita membaca Kitab Suci, bathin kita terasa nyaman?
    Mengapa jika kita berbuat keabaikan kepada orang lain, bathin kita terasa nyaman?
    Karena biasanya dalam pikiran kita akan muncul limpahan gambaran-gambaran kebaikan untuk hidup kita dan setelah kita mati.


    -DG-

    Minggu, 09 April 2017

    Menjalin Hubungan Jarak Jauh



    Sahabat sekalian…
    Semoga sahabat selalu dalam keadaan sehat wal afiat! Sehat lahir dan bathin! Semoga tulisan-tulisan saya dapat membantu sahabat menjalani kehidupan ini!

    Tulisan saya kali ini adalah “Menjalin Hubungan Jarak Jauh”.

    Sahabat sekalian, selama ini kita tidak menyadari bahwa hubungan yang baik dengan seseorang, harus diawali dengan pikiran yang baik, hal ini disebabkan karena pikiran manusia tersambung (telepati).

    Pada dasarnya menjalin hubungan baik dengan orang-orang  yang berdekatan, akan berpengaruh baik terhadap hubungan dengan orang-orang yang  jauh dari kita.

    Menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang yang jauh, akan berpengaruh baik terhadap hubungan dengan orang-orang yang dekat dengan kita.

    Sahabat….
    Seberapa penting kita menjlin hubungan yang baik dengan  orang yang jauh? Bagaimanakah menjalin hubungan dengan orang-orang yang berjauhan dengan kita?

    Menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang berjauhan dengan kita dapat menggunakan hubungan pikiran (telepati), dengan cara selalu mengirimkan gambar,  dan bisikan pikiran yang baik terhadap orang yang dituju.

    Sebagai contoh,
    Si A dan si B adalah sahabat ketika mereka kuliah. Saat ini mereka tinggal dengan lokasi berjauhan.
    Sekali-kali mereka saling telepon dan SMS, kalau pun mereka tidak berkomunikasi secara fisik (telepon, SMS, dll), mereka memanfaatkan hubungan pikiran (telepati).

    Si A selalu mengirimkan bisikan dan gambar pikiran yang baik tentang si B.
    Begitupun si B mengirimkan bisikan dan gambar pikiran yang baik tentang si A.
    (Pikiran yang baik akan direspon dengan pikiran yang baik).
    Karena Si A dan si B memiliki hubungan pikiran (telepati) yang baik, maka ketika bertemu, mereka nyaman sekali berkomunikasi dan berinteraksi.

    Menjalin hubungan yang baik dengan menggunakan alat komunikasi atau menggunakan hubungan pikiran (telepati) secara permanen  bermanfaat sekali.

    Selamat mencoba!

    -DG-

    Jumat, 07 April 2017

    Memperbaiki Kenangan Buruk


    Apa kabar sahabat semua, semoga tulisan-tulisan saya tentang “Kekuatan Pikiran, Hati dan Telepati” bermanfaat untuk sahabat semua!

    Selanjutnya tema yang akan dibahas kali ini adalah “Memperbaiki Kenangan”

    Sahabat yuk kita sadari dalam pikiran!

    Hubungan masa lalu akan berpengaruh terhadap hubungan masa kini, hubungan masa kini akan berpengaruh terhadap hubungan masa depan.

    Sahabat sekalian…seperti telah dijelaskan dalam blog “Dahlan Guru” bahwa hubungan Hati dan Pikiran antar manusia sangat penting.

    Menjalin hubungan hati dan pikiran kita saat ini, akan berpengaruh terhadap kehidupan kita di masa depan.

    Namun bagaimana dengan PENGALAMAN MASA LALU?

    Sahabat semua….

    Hubungan seseorang dengan orang lain pada masa lalu, kita sering menyebutnya “KENANGAN”

    Kenangan yang baik dengan seseorang akan memunculkan suasana psikologi yang nyaman.

    Kenangan yang buruk dengan seseorang akan memunculkan suasana psikologi yang tidak nyaman.

    Salah satu produk dari kenangan buruk adalah DENDAM.

    Sahabat sekalian ….
    Kenangan yang baik dengan seseorang akan menciptakan hubungan yang baik dengan orang tsb.

    Kenangan yang buruk dengan seseorang akan menciptakan hubungan yang buruk dengan orang tsb.

    Karena baik buruknya kenangan yang kita miliki, akan sampai kepada orang yang bersangkutan. (sahabat harus menyadari karena pikiran antar manusia tersambung).

    Dengan semakin bertambahnya usia, maka kenangan akan semakin bertambah dalam pikiran kita.

    Jika kenangan buruk terlanjur bertumpuk dalam pikiran kita, maka kita harus memperbaikinya.

    Kenangan buruk yang betumpuk dalam pikiran kita akan merusak hubungan kita dengan orang lain, karena ingatan buruk tentang seseorang akan sampai kepada orang yang bersangkutan.

    Dengan demikian semua kenangan buruk dalam pikiran kita harus dibongkar dan diperbaiki,

    Sebagai contoh sederhana..
    Si A dan si B sekarang berusia dewasa.
    Ketika sekolah dulu mereka pernah berkelahi.
    Jika si A mengingat terus perkelahian yang terjadi saat itu, maka hubungan Si A dan Si B akan buruk, baik hubungan jarak dekat, maupun hubungan jarak jauh.
    Dengan demikian si A harus mengganti gambaran pikiran “perkelahian” dengan Si B, dengan gambaran bahwa dirinya hidup rukun dengan si B.
    Gambaran pikiran Si A hidup rukun dengan si B, akan sampai kepada pikiran Si B.

    Dengan memperbaiki KENANGAN BURUK tersebut maka hubungan si A dan si B akan menjadi baik.
    Baik ketika mereka bertemu maupun ketika mereka berjauhan.

    Betapa pentingnya KENANGAN, maka kenangan buruk dalam pikiran kita harus dibongkar dan diganti dengan kenangan baik, atau menciptakan kenangan baik.

    Selamat mencoba!

    -DG-

    Memperbaiki Citra

    Sahabat…

    Kita hidup dengan manusia lainnya, maka dalam pikiran (ingatan) kita selalu mengarah kepada manusia lainnya.

    Tanpa disadari kita sering mengingat manusia lain tentang kebaikan atau keburukannya.
    Orang yang konsisten berperilaku buruk, maka akan diingat buruk dalam pikiran orang lain, artinya orang tersebut memiliki CITRA BURUK.

    Orang yang konsisten berperilaku baik maka akan diingat baik dalam pikiran orang lain, artinya orang tersebut memiliki CITRA BAIK.

    Citra dapat diartikan penggambaran baik atau buruk dalam pikiran (ingatan) orang lain.

    Sahabat….bagaimana jika kita terlanjur memiliki citra buruk (gambaran buruk) dalam pikiran orang lain?

    Sahabat, seperti selalu saya ingatkan, sadari bahwa pikiran (bisikkan dan gambar pikiran) kita tersambung dengan manusia lainnya (telepati).

    Sesungguhnya dengan cara telepati kita kepada orang lain kita dapat memperbaiki citra buruk kita.

    Sebagai contoh:
    Dalam pikiran si A, si B tergambar berperilaku buruk (misalnya jahat).
    Artinya Si B memiliki citra buruk dalam pikiran si A.
    Si B dapat memperbaiki citra buruknya dalam pikiran si A dengan cara, mengganti gambaran perilaku buruknya dengan gambaran perilaku yang baik (misalnya dermawan) ke dalam pikiran si A dengan cara telepati.
    Maka citra si B akan baik dalam pikiran si A.

    Cara seperti ini dapat sahabat lakukan kepada banyak orang, sehingga citra sahabat dalam pikiran banyak orang akan berubah.

    Ketika sahabat menggambarkan diri sahabat baik kepada pikiran orang lain melalui telepati, sesungguhnya sahabat sedang melatih diri berperilaku baik, karena tindakan (perilaku) berakar dari pikiran (bisikan dan gambar pikiran).

    Selamat mencoba !

    -DG-

    Rabu, 05 April 2017

    Bela Diri Menggunakan Hati

    Sahabat, percaya atau tidak? Sesungguhnya hati dapat dijadikan salah satu alat bela diri yang efektif.
    Mau tahu caranya? Di bawah ini akan saya jelaskan cara bela diri menggunakan hati.

    Seperti dijelaskan di blog saya “dahlanguru.blogspot.com” bahwa hati dapat dikendalikan oleh bisikan dan gambar yang ada dalam pikiran, namun sebenarnya bahasa hati sangat luas, tidak semuanya bisa dijelaskan dengan kata-kata.

    Seperti pikiran, hati manusia tersambung dengan hati manusia lainnya, silahkan sahabat sadari itu!
    Begini cara menguasai bela diri menggunakan hati.

    Sahabat… coba ingat-ingat siapakah orang yang sangat menyayangi sahabat! Misalnya orang yang sangat menyayangi sahabat adalah si A.
    Rasakan hati dan perasaan si A terus menerus, sehingga sahabat bisa merasakannya dan mahir merasakan hati (perasaan sayang) si A.

    Selanjutnya…
    Ingatlah orang-orang yang paling membenci sahabat, misalnya kita beri nama si B.

    Cara bela diri yang dilakukan sahabat adalah…
    Setelah sahabat mahir merasakan hati (perasaan sayang) Si A,
    Sekarang rasakan hati (perasaan ) si B, samakan dengan perasaan si A, hati dan perasaannya sangat menyayangi sahabat.

    Maka perasaan Si B akan seperti Si A terhadap sahabat.
    Itulah cara kerja hati manusia. Silahkan sahabat melakukannya secara kontinyu,dan buktikan saat bertemu dengan orang yang dimaksud, dengan cara membaca bahasa tubuhnya!

    Bela diri seperti ini dapat dilakukan meskipun orang yang dituju berada di belahan dunia lain.

    Bela diri seperti ini salah satu cara efektif untuk mencegah terjadinya kekerasan.

    -DG-

    Melatih Membaca Hati

    Sahabat…

    Percaya atau tidak? setiap manusia sebenarnya dapat membaca hati manusia lainnya, namun kita tidak menyadarinya.

    Kemampuan membaca hati orang lain bukanlah hal yang istimewa.
    Cara melatih kemampuan membaca hati, modalnya hanya melatih EMPATY.

    Begini cara melatihnya secara kontinyu!
    Apabila ada yang terkena musibah, empaty (rasakan) kesedihannya.
    Apabila ada yang bahagia, rasakan kebahagiaannya.
    Apabila ada yang gelisah, rasakan kegelisahannya.
    Apabila ada yang bingung, rasakan kebingungannya.
    Dan seterusnya.

    Lama-lama hati sahabat akan peka dan memiliki kemampuan membaca hati.

    Selamat mencoba!

    -DG-