Sabtu, 22 Agustus 2015

Dapat difahami bahwa dalam diri manusia terdapat KEKUATAN FISIK dan KEKUATAN PIKIRAN.

Dalam momentum (saat) tertentu, KEKUATAN PIKIRAN dapat melebihi KEKUATAN FISIK.
Selama ini manusia menganggap AKAL adalah satu-satunya bagian terpenting dalam kehidupan manusia dalam BERADAFTASI dengan lingkungannya.

Akal terletak di pikiran sadar manusia, menyentuh fenomena kehidupan melalui PANCA INDERA menggunakan riset ilmiah.

Manusia mulai menyadari adanya kekuatan di luar akal yang tidak bisa disentuh PANCA INDERA, yaitu ALAM BAWAH SADAR.

ALAM BAWAH SADAR MERUPAKAN INTI kekuatan manusia.
Ilmu-ilmu yang terkait alam bawah sadar, sult dijangkau panca indera, sulit dijelaskan akal, dan sulit diteliti melalui riset ilmiah.

ALAM BAWAH SADAR YANG DIKELOLA DENGAN BAIK, menjadi INTI KEKUATAN MANUSIA dalam mengendalikan, dan beradaftasi dengan lingkungan, baik lingkungan fisik. maupun lingkungan sosial.
Pikiran manusia dibagi dua:
A. Pikiran Sadar (disadari).
B. Pikiran tidak disadari (alam bawah sadar)

B. Pikiran tidak disadari (alam bawah sadar) terdiri dari :
1. Memori pikiran.
2. Bisikan, gambar dalam pikiran, dan suasana hati.
3. Bisikan, gambar dalam pikiran, & suasana hati bisa diubah sesuai keinginan.
4. Bisikan, gambar dalam pikiran, dan suasana hati tersambung antar manusia dengan manusia lainnya.

Tentu saja, mulai saat ini pembaca yang terhormat harus menyadari empat hal di atas.

Dari alam bawah sadar ini berkembang berbagai bidang keilmuan yaitu telepati, indera keenam, membaca pikiran, hipnotis telepati (dapat digabung dengan hipnotis metode western), tenaga dalam (dulu difahami sebagai magnetisme), dll

Ilmu yang bersumber dari alam bawah sadar ini, masih akan berkembang terus.
Pikiran manusia tersambung.

Setiap manusia memiliki pikiran.

Setiap manusia dapat melakukan komunikasi pikiran.

Setiap manusia dapat membisikkan, dan menerima bisikan pikiran dari, dan kepada manusia lainnya.

Setiap manusia dapat memperbaiki pikiran manusia lainnya.

Setiap manusia dapat membisikkan pikiran kepada manusia lainnya, untuk saling MENGHARGAI, MENJAGA PERDAMAIAN.

Setiap manusia dapat membisikkan pikiran kepada pikiran manusia lainnya yang berada di belahan bumi yang lain untuk membangun KEMAKMURAN BERSAMA di PLANET BUMI
KOMUNIKASI PIKIRAN

Si A dan Si B berdekatan secara fisik, atau berjauhan (berlainan negara, benua).

Ketika Si A mengingat Si B berarti memasukan pikiran Si A kepada pikiran Si B.

Si A membisikkan kalimat sederhana ke dalam pikiran Si B "Si B sahabat yang baik".

Si A mengirim gambar pikiran ke Si B, bahwa mereka berdua selalu saling menghargai dan menghormati.

Bisikan dan gambar pikiran Si A akan muncul dalam pikiran Si B.

Si B menganggap bisikan dan gambar pikiran yang muncul berasal dari dirinya sendiri, padahal berasal dari SI A yang dikirim dari jarak jauh (TELEPATI)

Jadilah Si B menganggap Si A teman yang baik.

Sesungguhnya Si A dapat melakukan hal di atas, tidak saja pada Si B, tapi bisa kepada si C,D,E, F...dan Z.
Dengan demikian maka Si A dapat menggalang PERTEMANAN SEBANYAK-BANYAKNYA.

Manusia dapat menggalang PERTEMANAN dengan KOMUNIKASI PIKIRAN (seperti cara di atas).
Teman yang dimaksud, termasuk teman yang berbeda benua dan negara.

Sesungguhnya pertemanan yang dilakukan melalui KOMUNIKASI PIKIRAN tidak jauh berbeda dengan pertemanan di dunia nyata.

Pertemanan yang terjadi melalui KOMUNIKASI PIKIRAN (TELEPATI) mengoptimalkan hubungan hati dan pikiran.

Seperti di dunia nyata, pertemanan melalui KOMUNIKASI PIKIRAN dapat menciptakan hubungan yang BAIK DAN BURUK.

Jalinan PERTEMANAN YANG BAIK dengan cara mengingat hal-hal baik dari temannya.

Jalinan PERTEMANAN YANG BURUK dengan cara mengingat hal-hal buruk dari temannya.

INGATAN YANG BAIK ATAU BURUK TENTANG TEMAN, AKAN SAMPAI KEPADA PIKIRAN TEMAN YANG BERSANGKUTAN
Kita dapat MEMBISIKKAN ke dalam pikiran orang lain menggunakan kalimat sederhana, dengan bahasa yang difahami oleh orang yang dituju.

Misalnya, Si A dapat membisikkan ke dalam pikiran Si B menggunakan Bahasa Indonesia. Bisikan itu akan sampai kepada Si B, jika Si B menguasai Bahasa Indonesia.

Jika Si B tidak menguasai Bahasa Indonesia, maka bisikan pikiran dari Si A tidak akan sampai kepada pikiran Si B.

Meskipun demikian, komunikasi pikiran yang UNIVERSAL (dapat difahami oleh seluruh manusia) adalah dengan cara mengirimkan atau menerima gambar pikiran dari orang lain.

Komunikasi pikiran dengan cara MENGIRIMKAN dan MENERIMA GAMBAR PIKIRAN dari dan ke pikiran orang lain, bisa dilakukan oleh semua orang, satu sama lain, meskipun memiliki kemampuan bahasa yang berbeda
Suasana hati manusia dikendalikan oleh pikiran (bisikan pikiran, gambar pikiran) manusia.

Suasana hati manusia akan senang, jika bisikan pikiran dan gambar pikiran yang muncul yang baik-baik.

Jadi untuk membahagiakan orang lain, bisikanlah dan gambarkanlah kepada pikiran orang lain hal-hal yang baik-baik